Peringatan Terhadap Fitnah Tajrih Dan Tabdi’ Sebagian Ulama Ahlussunnah Di Masa Kini

Oleh :

Al_Allamah al-Muhaddist asy-Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd al-abbad al-Badr

Yang semisal dengan bid’ah menguji manusia dengan perseorangan yang terjadi dewasa ini sekelompok kecil Ahlus sunnah yang yang gemar mentajrih saudara-saudaranya sesama Ahlus sunnah dan mentabdi’ mereka, sehingga menimbulkan timbulnya hajr(1),taqathu'(2) dan memutuskan jalan kemanfaatan dari mereka. Tajrih dan tabdi’ teresebut dibangun diatas dugaan suatu hal yang idak bid’ah namun dianggap bid’ah.

Sebagai contohnya adalah dua syaikh kita yang mulia, yaitu syaikh Abdul Aziz bin Bazz dan syaikh Ibnu Utsaimin, senoga Alloh merahmati mereka berdua, telah menfatwakan bolehnya memasuki suatu jamaah (semacam yayasan khairiyah pent.) dalam beberapa perkara yang mereka pandang dapat mendatangkan kemaslahatan dengan memasukinya. Dari mereka yang tidak menyukai fatwa ini adalah kelompok kecil tadi dan mereka mencemarkan jama’ah tersebut. Permasalahannya tidak hanya berhenti sebatas ini saja, bahka merka menyebarkan aib (menyalahkan) siapa saja yang bekerja sama dengan memberikan ceramah kepada jama’ah tersebut dan mensifati mereka sebagai mumayi'(3) terhadap manhaj salaf, walaupun kedua syaikh yang mulia tadi pernah memberikan ceramah kepada jama’ah ini via telepon.

Perkara ini juga meluas sampai kepada munculnya Tahdzir (peringatan) untuk menghadiri pelajaran (durus) seseorang dikarenakan orang tersebut tidak berbicaratentang fulan dan fulan atau jama’ah fulani. Yang mempelopori hal ini adalah salah seorang muridku (4) di Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah, yang lulus pada tahun 1395-1396H. Dia meraih peringkat ke-104 dari jumlah lulusan yang mencapai 119 orang. Dia tidak dikenal sebagai orang yang menyibukkan diri dengan ilmu, dan tidak pula aku mengetahuinya memiliki pelajaran-pelajaran ilmiah yang terekam, tidak pula tulisan-tulisan ilmiah, kecil ataupun besar.

Modal ilmunya yang terbesar adalah Tajrih, Tabdi’ dan Tahdzir terhadap mayoritas Ahlus sunnah, padahal si jarih(5) ini tidak dapat menjangkau mata kaki orang-orang yang dicelanya dari sisi banyaknya kemanfaatan pada pelajaran-pelajaran, ceramah-ceramah dan tulisan-tulisan mereka.

Keanehan ini tidak berakhir sampai disitu bahkan jika seorang yang berakal mendengarkan sebuah kaset yang berisi rekaman percakapan telepon yang panjang antara madinah dan aljazair. Didalam kaset ini pihak yang ditanya ‘memakan daging’ mayoritas Ahlus sunnah, didalamnya pula si penanya memboroskan hartanya tanpa hak. Orang-orang yang ditanyai menapai 30-an orang pada kaset ini, diantara mereka adalah Wazir (menteri), pembesar dan orang biasa, juga didalamnya ada sekelompok kecil yang tidak merasa disusahkan (yang tidak dicela karena termasuk kelompok kecil tersebut pent.). Yang selamat adalah orang-orang yang tidak ditanyakan di dalamnya, namun mereka yang selamat dari kaset ini sebagiannya tidak selamat dari kaset-kaset lainnya. Penyebaran utamanya adalah dari situs-situs informasi internet.

(Dialihbahasakn oleh Abu salma dari kutaib al-Hatstsu ‘alat-tib is sunnah wa tahdziiri minal Bida’i wa Bayaanu Khatharaha, editor dan muraja’ah Ust. Abu Abdurrahman Thayyib, Lc dengan beberapa tambahan footnote dari beberapa sumber. Dan disebarkan oleh Lajnah Dakwah wa Ta’lim FSMS)

Foot Note

(1) Pemboikotan atu isolir.

(2) Saling memutus hubungan.

(3) Orang yang bermanhaj lunak terhadap Ahlul Bid’ah

(4) Syaikh Falih bin Nafi’ al-Harby -wafaqohullahu-

(5) Pencela/ orang yang gemar mencela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: