<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sunniyun&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://sunniyun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sunniyun.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Dec 2009 08:01:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='sunniyun.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c4ab772414d3be48c07411cfa95fad74?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sunniyun&#039;s Blog</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sunniyun.wordpress.com/osd.xml" title="Sunniyun&#039;s Blog" />
		<item>
		<title>Pujian Para Ulama Terhadap Syaikh Al-Albani</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/12/31/pujian-para-ulama-terhadap-syaikh-al-albani/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/12/31/pujian-para-ulama-terhadap-syaikh-al-albani/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 08:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ULAMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لهذِهِ الأمَّةِ عَلَى رأْسِ كلِّ مائةِ سنةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَها
Artinya: “Sesungguhnya Allah senantiasa akan membangkitkan untuk umat ini, pada setiap akhir seratus tahun, seorang yang akan mentajdid agamanya.”
[Hadits shahih riwayat Abu Dawud, juga dishahihkan al-Albani dalam Sunan Abu Dawud no.4291 dan Silsilah Hadits Shahih no.148]
Pujian Ulama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=340&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<p><strong>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</strong></p>
<p>إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لهذِهِ الأمَّةِ عَلَى رأْسِ كلِّ مائةِ سنةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَها</p>
<p>Artinya: “<em>Sesungguhnya Allah senantiasa akan membangkitkan untuk umat ini, pada setiap akhir seratus tahun, seorang yang akan mentajdid agamanya</em>.”<br />
[Hadits shahih riwayat Abu Dawud, juga dishahihkan al-Albani dalam Sunan Abu Dawud no.4291 dan Silsilah Hadits Shahih no.148]</p>
<p><strong>Pujian Ulama Kepada Syaikh al Albani <em>rahimahullah</em>:</strong></p>
<p>(1) <strong>Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz <em>rahimahullah</em></strong> mengatakan, “Saya tidak pernah mengetahui seorang pun di atas bumi ini yang lebih alim dalam bidang hadits pada masa kini yang mengungguli Syaikh al Albani rahimahullah” (Majalah ash Shalah, Yordania th. 4 Edisi 23/Sya’ban/th. 1420 H., hal. 76)<span id="more-340"></span></p>
<p>(2)<strong> Syaikh bin Baz <em>rahimahullah</em></strong> juga mengatakan, “Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani adalah mujaddid zaman ini dalam dugaanku, wallahu a’lam”</p>
<p>(3) <strong>Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin <em>rahimahullah</em></strong> berkata mensifati Syaikh al Albani, “Ahli hadits negeri Syam, pemilik ilmu yang sangat luas tentang hadits secara riwayah dan dirayah. Allah Ta’ala menganugerahkan manfaat yang banyak kepada manusia melalui karya-karya ilmiahnya berupa ilmu dan semangat mempelajari ilmu hadits” (Hayatul Albani II/543 oleh Muhammad bin Ibrahim ays Syaibani)</p>
<p>(4) <strong>Syaikh al Utsaimin </strong>juga berkata, “Imam ahli hadits. Saya belum mendapati seorang pun yang menandinginya di zaman ini” (Kaset Majalis Huda wa Nur Aljazair no. 4 tanggal 9/Rabi’ul Awal 1420 H)</p>
<p>(5) Pujian <strong>Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin <em>rohimahullohu</em></strong>, “Yang saya ketahui tentang Syaikh, dari pertemuan saya dengan beliau –dan itu sangat sedikit- bahwa beliau sangat teguh di dalam mengamalkan As Sunnah dan memerangi bid’ah, baik dalam aqidah maupun amaliyah. Dan dari telaah saya terhadap karya tulis beliau, saya mengetahui bahwa beliau memiliki ilmu yang luas di dalam hadits, riwayat maupun dirayat. Dan bahwasannya Alloh memberikan manfaat yang banyak dari karya tulis beliau, baik dari segi ilmu maupun metodologi….” (Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib” jilid 1)</p>
<p>(6) <strong>Syaikh al ‘Allaamah ‘Abdul Muhsin bin Hamd al ‘Abbad</strong>, pengajar di Masjid Nabawi saat ini berkata, “Syaikh al ‘Allamah al Muhaddits Muhammad Nashiruddin al Albani. Saya tidak menjumpai orang pada abad ini yang menandingi kedalaman penelitian haditsnya” (Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah hal. 35-36)</p>
<p>(7) <strong>Syaikh Humud bin Abdullah at Tuwaijiri </strong>mengatakan, “Sekarang ini al Albani menjadi tanda atas sunnah. Mencela beliau berarti mencela sunnah” (Maqalatul Albani hal. 224 oleh Nurudin Thalib)</p>
<p>(8) <strong>Syaikh Dr. Bakr bin ‘Abdillah Abu Zaid</strong>, anggota komisi fatwa Saudi Arabia mengatakan dalam membantah ucapan Muhammad Ali ash Shabuni, “Ini merupakan kejahilan yang sangat dan pelecehan yang keterlaluan, karena kehebatan ilmu al Albani dan perjuangannya membela sunnah dan ‘aqidah salaf sangat populer dalam hati para ahli ilmu. Tidak ada yang mengingkari hal itu kecuali musuh yang jahil” (at Tahdzir min Mukhtasharat as Shabuni fi Tafsir hal. 41)</p>
<p>(9) <strong>Syaikh al Muhaddits Abdush Shamad Syarafuddin</strong>, pengedit Kitab Sunan Kubra karya Imam an Nasai telah menulis surat kepada al Albani rahimahullah sebagai berikut, “Telah sampai sepucuk surat kepada Syaikh ‘Ubaidullah ar Rahmani, ketua Jami’ah as Salafiyah dan penulis Mir’aah al Mafaatih Syarah Misykah al Mashahib sebuah pertanyaan dari lembaga fatwa Riyadh Saudi Arabia tentang hadits yang sangat aneh lafaznya, agung maknanya dan memiliki korelasi erat dengan zaman kita. Maka, seluruh ulama di sini semua bersepakat untuk mengajukan pertanyaan tersebut kepada seorang ahli hadits yang paling besar abad ini, yaitu Syaikh al Albani rahimahullah, ‘alim Rabbani” (Hayatul Albani I/67, Majalah at Tauhid, Mesir th. 28 Edisi 8/Sya’ban/th. 1420 H, hal. 45)</p>
<p>(10) Ucapan pendekar hadits asal India kelahiran Uttar Pradesh <strong>Dr. Muhammad al Mushthafa al A’zhami</strong>, “Bila Syaikh (al Albani) berbeda hukum denganku dalam masalah shahih dan dha’ifnya hadits, maka saya menetapkan pendapatnya, karena saya percaya kepadanya, baik dari segi ilmu dan agama” (Dr. Musthafa al A’zhami dalam Muqadimah Shahiih Ibni Khuzaimah I/6, 32)</p>
<p>(11) Sikap hormat <strong>Asy Syaikh al-Allamah Muhammad Amin asy-Syinqithi</strong> <strong><em>rohimahullohu</em></strong> (ahli tafsir yang tidak ada bandingannya di zamannya) yang tak lazim kepada Syaikh Al Albani, dimana saat beliau melihat Al Albani berlalu padahal beliau tengah mengajar di Masjid Nabawi, beliau menyempatkan diri berdiri untuk mengucapkan salam kepada Al Albani demi menghormatinya. (Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib” jilid 1)</p>
<p>12) Pujian <strong>al-Allamah Muhibbuddin al-Khathib <em>rohimahullohu</em></strong>, “Di antara para da’i kepada as-Sunnah, yang menghabiskan hidupnya demi bekerja keras untuk menghidupkannya adalah saudara kami Abu Abdurrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh Najati Al Albani. (Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib” jilid 1)</p>
<p>13) <strong>Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh <em>rohimahullohu</em></strong> pernah menyebut Al Albani dengan pujian, “Beliau adalah Ahli Sunnah, pembela kebenaran dan musuh yang menghantam para pengikut kebatilan.” (Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib” jilid 1)<strong> </strong></p>
<p><strong>Sumber :</strong><br />
<em>Syaikh al Albani Dihujat, Ustadz Abu Ubaidah, Pustaka Abdullah Jakarta, Cetakan Pertama, 5 Oktober 2005, 1 Ramadhan 1426 H &amp;</em><em> Kitab “Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib” jilid 1. Penerbit: Pustaka Sahifa Jakarta</em></p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=340&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/12/31/pujian-para-ulama-terhadap-syaikh-al-albani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seribu Kebaikan Dalam Sehari</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/12/05/seribu-kebaikan-dalam-sehari/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/12/05/seribu-kebaikan-dalam-sehari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 21:33:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[NASEHAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[


Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan :
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ وَعَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ مُوسَى الْجُهَنِيِّ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا مُوسَى الْجُهَنِيُّ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=336&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<div>
<p>Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan :<img class="alignright" title="mutiara kebaikan" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn%3ACy-gHtrzpJzUXM%3Ahttp%3A%2F%2Fazz4hra.files.wordpress.com%2F2009%2F04%2Fmutiara.jpg&#038;w=137&#038;h=106" alt="" width="137" height="106" /></p>
<p>حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ وَعَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ مُوسَى الْجُهَنِيِّ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا مُوسَى الْجُهَنِيُّ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ قَالَ يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ</p>
<p><span id="more-336"></span>Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata: Marwan dan Ali bin Mus-hir menuturkan kepada kami dari Musa al-Juhani. Sedangkan dari jalan yang lain Imam Muslim mengatakan: Muhammad bin Abdullah bin Numair menuturkan kepada kami dengan lafaz darinya, dia berkata: Musa al-Juhani menuturkan kepada kami dari Mush’ab bin Sa’d. Dia mengatakan: Ayahku menuturkan kepadaku, dia berkata: Dahulu kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau mengatakan, “Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu untuk menghasilkan pada setiap hari seribu kebaikan?”. Lalu ada seorang yang duduk bersama beliau bertanya, “Bagaimana salah seorang di antara kami bisa menghasilkan seribu kebaikan?”. Beliau menjawab, “Yaitu dengan bertasbih (membaca subhanallah) seratus kali, maka dengan itu akan dicatat seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.” (<em>HR. Muslim dalam Kitab adz-Dzikr wa ad-Du’a wa at-Taubah wa al-Istighfar</em>)</p>
<p>Hadits yang agung ini mengandung pelajaran:</p>
<ol>
<li> Betapa luasnya rahmat Allah ta’ala sehingga dengan amal yang sedikit seorang bisa mendapatkan balasan yang begitu banyak</li>
<li> Manusia bisa melakukan seribu kebaikan setiap hari, bahkan lebih dari itu pun mampu, dengan izin dari Allah tentunya</li>
<li> Salah satu cara mengajar yang diajarkan oleh Nabi adalah dengan metode tanya-jawab</li>
<li> Keutamaan membaca tasbih</li>
<li> Amal salih merupakan sebab bertambahnya keimanan</li>
<li> Amal salih merupakan sebab terhapusnya dosa</li>
<li> Iman tentang adanya pencatatan amal</li>
<li> Keutamaan berkumpul dengan orang-orang salih</li>
<li> Pentingnya dzikir kepada Allah dan besarnya keutamaannya</li>
<li> Dan faidah lainnya yang belum saya ketahui, wallahu a’lam. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.</li>
</ol>
</div>
<p>﻿sumber: http://abumushlih.com/seribu-kebaikan-dalam-sehari.html/</p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=336&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/12/05/seribu-kebaikan-dalam-sehari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:Cy-gHtrzpJzUXM:http://azz4hra.files.wordpress.com/2009/04/mutiara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mutiara kebaikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/11/19/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-dan-amalan-yang-disyariatkan/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/11/19/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-dan-amalan-yang-disyariatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 00:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Fadhilah Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman  Al-Jibrin
Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam  semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan  segenap sahabatnya.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu  &#8216;Abbas Radhiyallahu &#8216;Anhuma bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda  :
&#8220;Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=331&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh<br />
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman  Al-Jibrin</p>
<p>Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam  semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan  segenap sahabatnya.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu  &#8216;Abbas Radhiyallahu &#8216;Anhuma bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda  :</p>
<p>&#8220;Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih  dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan  Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?.  Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar  (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu  apapun&#8221;.<span id="more-331"></span></p>
<p>Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu  &#8216;Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Artinya :  Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan  di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat  itu tahlil, takbir dan tahmid&#8221;.</p>
<p>MACAM-MACAM AMALAN YANG  DISYARIATKAN</p>
<p>[1]. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah</p>
<p>Amal ini  adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang  menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam:</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang  dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain  adalah Surga&#8221;.</p>
<p>[2]. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada  Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.</p>
<p>Tidak disangsikan lagi bahwa  puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk  diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :</p>
<p>&#8220;Artinya : Puasa ini adalah  untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan  syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku&#8221;.</p>
<p>Diriwayatkan  dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu &#8216;Anhu, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di  jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari  api neraka selama tujuh puluh tahun&#8221;. [Hadits Muttafaq  'Alaih].</p>
<p>Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah  bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Artinya : Berpuasa  pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun  sebelum dan sesudahnya&#8221;.</p>
<p>[3]. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari  Tersebut.</p>
<p>Sebagaimana firman Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>&#8220;Artinya : &#8230;. dan  supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan &#8230;&#8221;.  [Al-Hajj : 28].</p>
<p>Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari  bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir  pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu  &#8216;Anhuma.</p>
<p>&#8220;Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir  dan tahmid&#8221;. [Hadits Riwayat Ahmad].</p>
<p>Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan  bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;Anhuma keluar ke pasar pada  sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun  mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha&#8217;, tabiin  bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :</p>
<p>&#8220;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa  Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu&#8221;</p>
<p>&#8220;Artinya  : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain  Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi  Allah&#8221;.</p>
<p>Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada  di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman  Allah.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya  yang diberikan kepadamu &#8230;&#8221;. [Al-Baqarah : 185].</p>
<p>Tidak dibolehkan  mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis  dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh  para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir  sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do&#8217;a, kecuali karena tidak  mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.</p>
<p>Dan  diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan  do&#8217;a-do&#8217;a lainnya yang disyariatkan.</p>
<p>[4]. Taubat Serta Meninggalkan  Segala Maksiat Dan Dosa.</p>
<p>Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat.  Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan  keta&#8217;atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah  kepadanya.</p>
<p>Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;Anhu,  bahwasanya Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya :  Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba  melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya&#8221; [Hadits Muttafaq  'Alaihi].</p>
<p>[5]. Banyak Beramal Shalih.</p>
<p>Berupa ibadah sunat seperti  : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur&#8217;an, amar ma&#8217;ruf nahi munkar dan lain  sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan  pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan  menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya  meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal  ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan  jiwanya.</p>
<p>[6]. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq</p>
<p>Yaitu  pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula  takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang  dilaksanakan dengan berjama&#8217;ah ; bagi selain jama&#8217;ah haji dimulai dari sejak  Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban  terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.</p>
<p>[7]. Berkurban  Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.</p>
<p>Hal ini adalah sunnah Nabi  Ibrahim &#8216;Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta&#8217;ala menebus putranya dengan  sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam.</p>
<p>&#8220;Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan  berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut  nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu&#8221;.  [Muttafaq 'Alaihi].</p>
<p>[8]. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku  Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya,  dari Ummu Salamah Radhiyallhu &#8216;Anha bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam  bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah  seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari  (memotong) rambut dan kukunya&#8221;.</p>
<p>Dalam riwayat lain :</p>
<p>&#8220;Maka  janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia  berkurban&#8221;.</p>
<p>Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan  ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.</p>
<p>&#8220;Artinya : &#8230;..  dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat  penyembelihan&#8230;&#8221;. [Al-Baqarah : 196].</p>
<p>Larangan ini, menurut zhahirnya,  hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan  anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan  diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa  rambutnya yang rontok.</p>
<p>[9]. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan  Mendengarkan Khutbahnya.</p>
<p>Setiap muslim hendaknya memahami hikmah  disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal  kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ;  janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran  seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana  akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh  hari.</p>
<p>[10]. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.</p>
<p>Hendaknya  setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan,  dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi  segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan  Allah agar mendapat ridha-Nya.</p>
<p>Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan  menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap  tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para  sahabatnya.</p>
<p>[Artikel bahasa Arab dapat dilihat di  http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm Disalin dari brosur yang diterbitkan  oleh alsofwa, tanpa no, bulan dan tahun]</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2001/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2001/slash/0</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/331/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=331&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/11/19/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-dan-amalan-yang-disyariatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NADZAR HUKUMNYA MAKRUH SEMENTARA MENEPATINYA SUATU KEHARUSAN</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/22/nadzar-hukumnya-makruh-sementara-menepatinya-suatu-keharusan/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/22/nadzar-hukumnya-makruh-sementara-menepatinya-suatu-keharusan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 23:27:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 30 Januari 2006  15:14:59 WIB
Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman  Al-Jibrin
Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Abdurrahnman  Al-Jibrin ditanya : Apa sebenarnya hukum syariat mengenai nadzar ? Apakah  bila tidak menepatinya akan mendapatkan sanksi ?
Jawaban.
Secara  syariat, hukum nadzar itu adalah makruh. Dalam hal ini terdapat hadits shahih  dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=328&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Senin, 30 Januari 2006  15:14:59 WIB<br />
Oleh<br />
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman  Al-Jibrin</p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Abdullah bin Abdurrahnman  Al-Jibrin ditanya : Apa sebenarnya hukum syariat mengenai nadzar ? Apakah  bila tidak menepatinya akan mendapatkan sanksi ?</p>
<p>Jawaban.<br />
Secara  syariat, hukum nadzar itu adalah makruh. Dalam hal ini terdapat hadits shahih  dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau melarang melakukan  nadzar. Beliau bersabda.<span id="more-328"></span></p>
<p>Artinya : Sesungguhnya ia tidak pernah  membawa kebaikan dan sesungguhnya ia hanya dikeluarkan (bersumber) dari orang  yang bakhil[1]</p>
<p>Hal itu karena sebagian orang bila sudah sakit, rugi  atau disakiti barulah dia bernadzar sedekah, menyembelih atau menyumbang uang  bila disembuhkan dari penyakit tersebut atau tidak merugi lagi. Dia berkeyakinan  bahwa Allah tidak akan menyembuhkan atau membuatnya beruntung kecuali bila dia  melakukan nadzar tersebut. Maka, dalam hadits tersebut, Nabi Shallallahu  â€˜alaihi wa sallam memberitahukan bahwa Allah tidak akan merubah sesuatupun  dari apa yang telah Dia takdirkan akan tetapi hal itu adalah perbuatan orang  bakhil, yang tidak mau berinfaq kecuali setelah memasang nadzar.</p>
<p>Bila  nadzar tersebut berupa ibadah seperti shalat, puasa, sedekah atau I&#8217;tikaf,  maka harus ditepati. Tetapi bila ia nadzar maksiat seperti membunuh, berzina,  minum khamr atau merampas harta orang lain secara zhalim dan semisalnya maka  tidak boleh menepatinya tetapi dia harus membayar kafarat sumpah, yaitu memberi  makan sebanyak sepuluh orang miskin dan seterusnya.</p>
<p>Bila nadzar tersebut  sesuatu yang mubah (dibolehkan) seperti makan, minum, pakaian, bepergian, ucapan  biasa dan semisalnya maka dia diberikan pilihan antara menepatinya atau membayar  kafarat sumpah. Bila berupa nadzar melakukan ketaatan kepada Allah, maka dia  harus mengalokasikannya kepada kaum miskin dan kaum lemah seperti makanan,  meyembelih kambing atau semisalnya. Dan jika ia berupa amal shalih yang bersifat  fisik atau materil seperti jihad, haji dan umrah, maka dia harus menepatinya.  Bila dia mengkhususkannya untuk suatu pihak maka dia harus menyerahkannya kepada  pihak yang telah dikhususkan tersebut seperti masjid, buku-buku atau  proyek-proyek kebajikan dan tidak boleh mengalokasikannya kepada selain yang  telah ditentukannya tersebut.</p>
<p>[Fatawa Al-Marâ€™ah, dari Fatawa Syaikh Ibn  Jibrin, hal. 67]</p>
<p>[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syarâ€™iyyah Fi  Al-Masaâ€™il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia  Fatwa-Fatwa Terkini, hal 121-122. Penerbit Darul Haq]<br />
_________<br />
Foote  Note<br />
[1]. Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam kitab Al-Iman (6608,6609), Muslim  di dalam kitab An-Nadzar (1639,1640).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=328&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/22/nadzar-hukumnya-makruh-sementara-menepatinya-suatu-keharusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>*** TAUBATNYA ORANG YANG BANYAK BERBUAT MAKSIAT ***</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/14/taubatnya-orang-yang-banyak-berbuat-maksiat/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/14/taubatnya-orang-yang-banyak-berbuat-maksiat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 23:03:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NASEHAT]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin  Baz
Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz  ditanya : Saya seorang pemuda yang dilahirkan dalam keadaan muslim. Saya tidak  pernah meninggalkan shalat lima waktu. Kemudian takdir menghendaki, bahwa saya  harus tidak ada ke luar negeri untuk beberapa waktu bersama keluarga dan  kemudian sendirian selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=326&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><em>Oleh<img class="alignright" title="taubat" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn%3AI3Y6umzfwrS2pM%3Ahttp%3A%2F%2Fmandacutie.files.wordpress.com%2F2008%2F01%2Fsujud.jpg&#038;w=116&#038;h=80" alt="" width="116" height="80" /><br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin  Baz</em></p>
<p><strong>Pertanyaan</strong></p>
<p align="justify">Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz  ditanya : Saya seorang pemuda yang dilahirkan dalam keadaan muslim. Saya tidak  pernah meninggalkan shalat lima waktu. Kemudian takdir menghendaki, bahwa saya  harus tidak ada ke luar negeri untuk beberapa waktu bersama keluarga dan  kemudian sendirian selama lebih dari empat tahun. Mulai meninggalkan shalat,  bahkan saya melakukan berbagai macam perbuatan keji, seperti zina dan tidak  puasa Ramadhan selama empat bulan. Dan saya berani menyetubuhi isteri saya di  bulan Ramadhan.<span id="more-326"></span> Itu semua diakibatkan karena pergaulan yang sangat  buruk.</p>
<p>Sekarang saya bertaubat kepada Allah dan menyesali semua perbuatan  saya. Dan saya berusaha untuk selalu menjaga shalat dengan berjama’ah dan  kadang-kadang shalat sendirian. Tolong tunjukkan kepada saya apa saja yang harus  saya lakukan untuk menembus dosa-dosa saya tersebut ?</p>
<p>Jawaban<br />
Apabila  kenyataan sesuai dengan yang anda utarakan maka semua dosa-dosa yang telah anda  lakukan cukup ditebus dengan taubat nasuha dan setelah itu anda wajib melakukan  kewajiban-kewajiban sebelumnya. Anda tidak perlu mengqadha shalat dan puasa anda  dan tidak perlu menebus dengan apapun. Karena meninggalkan shalat adalah  kekafiran besar (keluar dari Islam) walaupun dia tidak menentang/mengingkari  kewajiban shalat, menurut pendapat yang paling benar diantara dua pendapat  ulama. Adapun jika dia mengingkari kewajiban shalat, maka dalam hal ini seluruh  ulama sepakat bahwa dia telah kafir. Sedangkan orang kafir, apabila masuk Islam  dia tidak perlu mengqadha’ ibadah apapun yang berkaitan dengan hak Allah. Hal  ini berdasarkan firman Allah.</p>
<p>“Artinya : Katakanlah kepada orang-orang  kafir, jika mereka berhenti dari kekafirannya maka Allah akan mengampuni semua  dosa-dosanya yang telah lalu” [Al-Anfal : 39]</p>
<p>Dan juga berdasarkan sabda  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam</p>
<p>“Artinya : Islam menghapuskan  dosa-dosa yang telah lalu, begitu juga tubat menghapuskan dosa-dosa yang telah  lalu” [Hadits Riwayat Muslim]</p>
<p>Oleh karena itu saya nasehatkan kepada anda  untuk selalu beristiqomah dalam bertaubat sambil memperbanyak istighfar dan amal  shalih. Dan bergembiralah dengan kebaikan-kebaikan dan balasan yang baik jika  anda benar-benar istiqomah dalam bertaubat dan memperbaiki diri. Allah  berfirman.</p>
<p>“Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang  bertaubat, beriman, beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar” [Thaha :  82]</p>
<p>Semoga Allah memberikan keteguhan kepada kami dan anda dalam  berpegang teguh terhadap kebenaran, sesungguhnya Dia adalah Dzat yang paling  berhak diminta.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa dalam pertanyaan anda terdapat <span style="color:#000000;">satu  kalimat yang harus diperingatkan</span> yaitu ucapan : “…. Kemudian taqdir menghendaki  saya ….”. <span style="color:#ff0000;">Kalimat seperti ini <strong>tidak boleh</strong> diucapkan</span>, karena taqdir itu tidak  mempunyai kehendak, tapi yang berkehendak hanyalah Allah. <span style="color:#0000ff;">Maka ucapkanlah :  “<span style="color:#0000ff;"><strong>Atas kehendak Allah saja</strong></span></span><span style="color:#0000ff;">”</span>. Semoga Allah menolong kita semua dalam memahami  agamaNya dan istiqomah dalam menjalannkannya.</p>
<p>[Diasalin dari kitab  Al-Fatawa Juz Tsani, Edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penulis Syaikh Abdul Aziz  bin Abdullah bin Baaz, Penerjemah Abu Umar Abdillah, Penerbit Pustaka  At-Tibyan]</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1886/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/1886/slash/0</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=326&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/14/taubatnya-orang-yang-banyak-berbuat-maksiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:I3Y6umzfwrS2pM:http://mandacutie.files.wordpress.com/2008/01/sujud.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">taubat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Bertaubat Kemudian Kembali Kepada Kemaksiatan (&#8216;_&#8217;) !!!!</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/14/aku-bertaubat-kemudian-kembali-kepada-kemaksiatan-_/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/14/aku-bertaubat-kemudian-kembali-kepada-kemaksiatan-_/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 22:42:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NASEHAT]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin  Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya  : Aku seorang pemuda berusia 19 tahun. Aku telah berbuat aniaya terhadap diriku  sendiri dalam banyak kemaksiatan sehingga aku sering tidak shalat di masjid,  tidak puasa Ramadhan secara sempurna selama hidupku, dan aku melakukan  perbuatan-perbuatan tercela [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=323&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><em>Oleh<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin  Baz</em><br />
<strong><br />
Pertanyaan</strong></p>
<p align="justify"><span style="color:#800000;">Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya  : Aku seorang pemuda berusia 19 tahun. Aku telah berbuat aniaya terhadap diriku  sendiri dalam banyak kemaksiatan sehingga aku sering tidak shalat di masjid,  tidak puasa Ramadhan secara sempurna selama hidupku, dan aku melakukan  perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Seringkali diriku berjanji untuk bertaubat,  tetapi aku kembali bermaksiat<span id="more-323"></span>, dan aku berteman dengan para pemuda di kampung  kami yang tidak benar-benar istiqamah. Demikian pula kawan-kawan,  saudara-saudaraku, seringkali datang ke rumah kami, dan mereka bukan orang-orang  yang shalih juga. Allah tahu bahwasanya aku telah banyak berbuat aniaya terhadap  diriku sendiri dalam kemaksiatan-kemaksiatan dan aku melakukan  perbuatan-perbuatan yang buruk. Tetapi setiap kali aku bertekad untuk bertaubat,  maka aku kembali lagi seperti semula. Aku berharap agar engkau menunjukkan  kepadaku pada suatu jalan yang mendekatkanku kepada Tuhanku dan menjauhkan dari  perbuatan-perbuatan yang buruk ini.</span></p>
<p><strong>Jawaban</strong></p>
<p align="justify">“Artinya : Katakanlah,  ‘Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah  kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa  semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”  [Az-Zumar : 53]</p>
<p>Para ulama bersepakat bahwa ayat ini turun berkenaan  dengan orang-orang yang bertaubat. Barangsiapa yang bertaubat dari dosa-dosanya  dengan taubat yang semurni-murninya, maka Allah mengampuni dosa-dosanya  semuanya, berdasarkan ayat ini dan berdasarkan firmanNya.</p>
<p>“Artinya : Hai  orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang  semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupi kesalahan-kesalahan dan  memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”  [At-Tahrim : 8]</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala mempertalikan penghapusan  kesalahan-kesalahan dan masuk surga pada ayat ini dengan taubat yang  semurni-murninya, yaitu perbuatan yang mencakup meninggalkan dosa, waspada  terhadapnya, menyesali apa yang pernah dilakukannya, bertekad bulat untuk tidak  kembali kepadanya,karena mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, menginginkan  pahalanya, dan takut terhadap siksanya. Dan diantara syarat taubat ialah  mengembalikan hak-hak yang dizhalimi kepada yang berhak menerimanya atau mereka  yang memaafkannya, jika kemaksiatan tersebut berupa kezhaliman yang menyangkut  darah, harta dan kehormatannya, maka ia banyak berdo’a untuknya, dan menyebut  kebaikan-kebaikan amal yang dilakukan olehnya di tempat-tempat di mana ia pernah  mengunjingkannya ; karena kebaikan-kebaikan akan menghapuskan  keburukan-keburukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.</p>
<p>“Artinya : Dan  bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”  [An-Nur : 31]</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaitkan dalam ayat ini  keberuntungan dengan taubat. Ini menunjukkan bahwa orang yang bertaubat itu  orang yang beruntung lagi berbahagia. Jika orang yang bertaubat mengiringi  taubatnya dengan iman dan amal shalih, maka Allah menghapuskan  keburukan-keburukannya dan menggantinya dengan kebajikan-kebajikan. Sebagaimana  firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surah Al-Furqan, ketika menyebutkan  kesyirikan, membunuh dengan tanpa hak dan zina.</p>
<p>“Artinya : Dan  orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain berserta Allah dan tidak  membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang  benar, dan tidak berzina, barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia  mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya  pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina,  kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih ; maka  mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah  Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Furqn ; 68-70]</p>
<p>Di antara sebab  taubat ialah ketundukan kepada Allah, memohon hidayah dan taufik kepadaNya,  serta agar Dia memberi karunia berupa taubat kepadamu. Dialah yang  berfirman.</p>
<p>“Artinya : Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan  bagimu” [Al-Mukmin : 60]</p>
<p>Dialah yang berfirman.</p>
<p>“Artinya : Dan  apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya  Aku adalah dekat, Aku mengabulkan pemohonan orang yang berdo’a apabila ia  memohon kepadaKu” [Al-Baqarah : 186]</p>
<p>Diantara sebab-sebab taubat juga dan  istiqomah di atasnya ialah berteman dengan orang-orang yang baik dan meneladani  amalan-malan mereka, serta menjauhi berteman dengan orang-orang yang jahat.  Shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau  bersabda.</p>
<p>“Artinya : Seseorang itu tergantung agama temannya, maka  hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan kepada siapa berteman” [Hadits  Riwayat Abu Daud dalam Al-Adab, 4833,At-Tirmidzi dalam Az-Zuhud 2378, Ahmad  8212]</p>
<p>Beliau bersabda.</p>
<p>“Artinya : Perumpamaan teman yang shalih  dan teman yang buruk ialah seperti pembawa minyak wangi dan pandan besi.Pembawa  minyak wangi mungkin akan memberi minyak kepadamu, kamu membeli darinya, atau  kamu mencium baunya yang harum. Sedangkan pandan besi, mungkin akan membakar  pakaiannmu atau kamu mencium bau yang tidak sedap” [Hadits Riwayat Al-Bukhari  alam Al-Buyu 2102, Muslim dalam Al-Birr wa Ash-Shilah 2628]</p>
<p>[Kitab  Ad-Da’wah, Al-Fatawa, hal.251, Syaikh Ibnu Baz]</p>
<p>[Disalin dari kitab  Al-fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad  Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Disusun oleh Khalid Al-Juraisy,  Penerjemah Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2037/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2037/slash/0</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=323&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/14/aku-bertaubat-kemudian-kembali-kepada-kemaksiatan-_/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SIKAP-SIKAP YANG DISUKAI MANUSIA</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/14/sikap-sikap-yang-disukai-manusia/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/14/sikap-sikap-yang-disukai-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 21:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Bacaan aja]]></category>
		<category><![CDATA[NASEHAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Ustadz Fariq bin Gasim Anuz
Bagian Terkahir dari Dua Tulisan 2/2
SIKAP-SIKAP YANG DISUKAI MANUSIA
[a]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Memberi Perhatian Kepada Orang Lain.
Diantara bentuk perhatian kepada orang lain, ialah mengucapkan salam, menanyakan kabarnya, menengoknya ketika sakit, memberi hadiah dan sebagainya. Manusia itu membutuhkan perhatian orang lain. Maka, selama tidak melewati batas-batas syar’i, hendaknya kita menampakkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=320&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh<img class="alignright" title="embun" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn%3ALAWOP5vJkaSpVM%3Ahttp%3A%2F%2Fkandar4thegoodnews.files.wordpress.com%2F2008%2F04%2Fdew_on_a_equisetum_fluviatile_luc_viatour.jpg&#038;w=103&#038;h=135" alt="" width="103" height="135" /><br />
Ustadz Fariq bin Gasim Anuz<br />
Bagian Terkahir dari Dua Tulisan 2/2</p>
<p><strong>SIKAP-SIKAP YANG DISUKAI MANUSIA</strong></p>
<p><strong><span style="color:#800000;">[a]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Memberi Perhatian Kepada Orang Lain.</span></strong></p>
<p>Diantara bentuk perhatian kepada orang lain, ialah mengucapkan salam, menanyakan kabarnya, menengoknya ketika sakit, memberi hadiah dan sebagainya. Manusia itu membutuhkan perhatian orang lain. Maka, selama tidak melewati batas-batas syar’i, hendaknya kita menampakkan perhatian kepada orang lain. <span id="more-320"></span>seorang anak kecil bisa berprilaku nakal, karena mau mendapat perhatian orang dewasa. orang tua kadang lupa bahwa anak itu tidak cukup hanya diberi materi saja. Merekapun membutuhkan untuk diperhatikan, ditanya dan mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Apabila kasih sayang tidak didapatkan dari orang tuanya, maka anak akan mencarinya dari orang lain.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>[b]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Mau Mendengar Ucapan Mereka.</strong></span></p>
<p>Kita jangan ingin hanya ucapan kita saja yang didengar tanpa bersedia mendengar ucapan orang lain. kita harus memberi waktu kepada orang lain untuk berbicara. Seorang suami –misalnya-ketika pulang ke rumah dan bertemu istrinya, walaupun masih terasa lelah, harus mencoba menyediakan waktu untuk mendengar istrinya bercerita. Istrinya yang ditinggal sendiri di rumah tentu tak bisa berbicara dengan orang lain. Sehingga ketika sang suami pulang, ia merasa senang karena ada teman untuk berbincang-bincang. Oleh karena itu, suami harus mendengarkan dahulu perkataan istri. Jika belum siap untuk mendengarkannya, jelaskanlah dengan baik kepadanya, bahwa dia perlu istirahat dulu dan nanti ceritanya dilanjutkan lagi.</p>
<p>Contoh lain, yaitu ketika teman kita berbicara dan salah dalam bicaranya itu, maka seharusnya kita tidak memotong langsung, apalagi membantahnya dengan kasar. kita dengarkan dulu pembicaraannya hingga selesai, kemudian kita jelaskan kesalahannya dengan baik.</p>
<p><strong><span style="color:#800000;">[c]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Menjauhi Debat Kusir.</span></strong></p>
<p>Allah berfirman. &#8220;Artinya: “Serulah kepada jalan Rabbmu dengan hikmah, dan nasehat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang baik,” Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam kasetnya, menerangkan tentang ayat : &#8220;Serulah kepada jalan Rabbmu dengan hikmah&#8221;. Beliau berkata, “manusia tidak suka kepada orang yang berdiskusi dengan hararah (dengan panas). Karena umumnya orang hidup dengan latar belakang……..dan pemahaman yang berbeda dengan kita dan itu sudah mendarah daging……..sehinnga para penuntut ilmu, jika akan berdiskusi dengan orang yang fanatik terhadap madzhabnya, (maka) sebelum berdiskusi dia harus mengadakan pendahuluan untuk menciptakan suasana kondusif antara dia dengan dirinya. target pertama yang kita inginkan ialah agar orang itu mengikuti apa yang kita yakini kebenarannya, tetapi hal itu tidaklah mudah. Umumnya disebabkan fanatik madzhab, mereka tidak siap mengikuti kebenaran. target kedua, minimalnya dia tidak menjadi musuh bagi kita. Karena sebelumnya tercipta suasana yang kondusif antara kita dengan dirinya. Sehingga ketika kita menyampaikan yang haq, dia tidak akan memusuhi kita disebabkan ucapan yang haq tersebut. Sedangkan apabila ada orang lain yang ada yang berdiskusi dalam permasalahan yang sama, namun belum tercipta suasana kondusif antara dia dengan dirinya, tentu akan berbeda tanggapannya.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>[d]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Memberikan Penghargaan Dan Penghormatan Kepada Orang Lain.</strong></span></p>
<p>Nabi mengatakan, bahwa orang yang lebih muda harus menghormati orang yang lebih tua, dan yang lebih tua harus menyayangi yang lebih muda. Permasalahan ini kelihatannya sepele. Ketika kita shalat di masjid……namun menjadikan seseorang tersinggung karena dibelakangi. Hal ini kadang tidak sengaja kita lakukan. Oleh karena itu, dari pengalaman kita dan orang lain, kita harus belajar dan mengambil faidah. Sehingga bisa memperbaiki diri dalam hal menghormati orang lain. Hal-hal yang membuat diri kita tersinggung, jangan kita lakukan kepada orang lain. Bentuk-bentuk sikap tidak hormat dan pelecehan, harus kita kenali dan hindarkan.</p>
<p>Misalnya, ketika berjabat tangan tanpa melihat wajah yang diajaknya. Hal seperti itu jarang kita lakukan kepada orang lain. Apabila kita diperlakukan kurang hormat, maka kita sebisa mungkin memakluminya. Karena-mungkin-orang lain belum mengerti atau tidak menyadarinya. Ketika kita memberi salam kepada orang lain, namun orang tersebut tidak menjawab, maka kita jangan langsung menuduh orang itu menganggap kita ahli bid’ah atau kafir. Bisa jadi, ketika itu dia sedang menghadapi banyak persoalan sehingga tidak sadar ada yang memberi salam kepadanya, dan ada kemungkinan-kemungkinan lainnya. Kalau perlu didatangi dengan baik dan ditanyakan,agar persoalannya jelas. Dalam hal ini kita dianjurkan untuk banyak memaafkan orang lain.</p>
<p>Allah berfirman.<br />
&#8220;Artinya: “Terimalah apa yang mudah dari akhlaq mereka dan perintahkanlah orang lain mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” [Al-A’raaf : 199]</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>[e]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Memberi Kesempatan Kepada Orang Lain Untuk Maju.</strong></span></p>
<p>Sebagai seorang muslim, seharusnya senang jika saudara kita maju, berhasil atau mendapatkan kenikmatan, walaupun secara naluri manusia itu tidak suka, jika ada orang lain yang melebihi dirinya. Naluri seperti ini harus kita kekang dan dikikis sedikit demi sedikit. Misalnya, bagi mahasiswa. Jika di kampus ada teman muslim yang lebih pandai daripada kita. Maka kita harus senang. Jika kita ingin seperti dia, maka harus berikhtiar dengan rajin belajar dan tidak bermalas-malasan. Berbeda dengan orang yang dengki, tidak suka jika temannya lebih pandai dari dirinya. Malahan karena dengkinya itu dia bisa-bisa memboikot temannya dengan mencuri catatan pelajarannya dan sebagainya.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>[f]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Tahu Berterima Kasih Atau Suka Membalas Kebaikan.</strong></span></p>
<p>Hal ini bukan berarti dibolehkan mengharapkan ucapan terima kasih atau balasan dari manusia jika kita berbuat kebaikan terhadap mereka. Akan tetapi hendaklah tidak segan-segan untuk mengucapkan terima kasih dan membalas kebaikan yang diberikan orang lain kepada kita.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>[g]. Manusia Suka Kepada Orang Yang Memperbaiki Kesalahan Orang Lain Tanpa Melukai Perasaannya.</strong></span></p>
<p>Kita perlu melatih diri untuk menyampaikan ungkapan kata-kata yamg tidak menyakiti perasaan orang lain dan tetapSampai kepada tujuan yang diinginkan. Dalam sebuah buku diceritakan, ada seorang suami yang memberikan ceramah dalam suatu majelis dengan bahasa yang cukup tinggi, sehingga tidak bisa dipahami oleh yang mengikuti majelis tersebut. Ketika pulang, dia menanyakan pendapat istrinya tentang ceramahnya. Istrinya menjawab dengan mengatakan, bahwa jika ceramah tersebut disampaikan di hadapan para dosen, maka tentunya akan tepat sekali.</p>
<p>Ucapan itu merupakan sindiran halus, bahwa ceramah itu tidak tepat disampaikan di hadapan hadirin saat itu, dengan tanpa mengucapkan perkataan demikian. Hal ini bukan berarti kita harus banyak berbasa-basi atau bahkan membohongi orang lain. Namun hal ini agar tidak melukai perasaan orang, tanpa kehilangan maksud untuk memperbaikinya.</p>
<p><strong>SIKAP-SIKAP YANG TIDAK DISUKAI MANUSIA</strong></p>
<p>Kita mempelajari sikap-sikap yang tidak disukai manusia agar terhindar dari sikap seperti itu. Maksud dari sikap yang tidak disukai manusia, ialah sikap yang menyelisihi syariat. berkaitan dengan sikap-sikap yang tidak disukai manusia, tetapi Allah ridho, maka harus kita utamakan. Dan sebaliknya, terhadap sikap-sikap yang dibenci oleh Allah, maka harus kita jauhi.</p>
<p>Adapun perbuatan-perbuatan yang tidak disukai manusia ialah sebagai berikut.</p>
<p><strong>Pertama.</strong><br />
<span style="color:#ff0000;">Memberi Nasehat Kepadanya Di Hadapan Orang Lain.</span></p>
<p>Al Imam Asy Syafii berkata dalam syairnya yang berbunyi.</p>
<p>Sengajalah engkau memberi nasehat kepadaku ketika aku sendirian<br />
Jauhkanlah memberi nasehat kepadaku dihadapan orang banyak<br />
Karena sesungguhnya nasehat yang dilakukan dihadapan manusia<br />
Adalah salah satu bentuk menjelek – jelekkan<br />
Aku tidak ridho mendengarnya<br />
Apabila engkau menyelisihiku dan tidak mengikuti ucapanku<br />
Maka janganlah jengkel apabila nasehatmu tidak ditaati</p>
<p>Kata nasehat itu sendiri berasal dari kata nashala, yang memiliki arti khalasa, yaitu murni. Maksudnya, hendaklah jika ingin memberikan nasehat itu memurnikan niatnya semata –mata karena Allah. Selain itu, kata nasehat juga bermakna khaththa, yang artinya menjahit. Maksudnya, ingin memperbaiki kekurangan orang lain. maka secara istilah, nasehat itu artinya keinginan seseorang yang memberi nasehat agar orang yang diberi nasehat itu menjadi baik.</p>
<p><strong>Kedua.</strong><br />
<span style="color:#ff0000;">Manusia Tidak Suka Diberi Nasehat Secara Langsung.</span></p>
<p>Hal ini dijelaskan Al Imam Ibn Hazm dalam kitab Al Akhlaq Was Siyar Fi Mudawatin Nufus, hendaklah nasehat yang kita berikan itu disampaikan secara tidak langsung. Tetapi, jika orang yang diberi nasehat itu tidak mengerti juga, maka dapatlah diberikan secara langsung.</p>
<p>Ada suatu metoda dalam pendidikan, yang dinamakan metoda bimbingan secara tidak langsung. Misalnya sebuah buku yang ditulis oleh Syaikh Shalih bin Humaid, imam masjidil Haram, berjudul At Taujihu Ghairul Mubasyir (bimbingan secara tidak langsung).</p>
<p>Metoda ini perlu dipraktekkan, walaupun tidak mutlak. Misalnya, ketika melihat banyak kebid’ahan yang dilakukan oleh seorang ustadz di suatu pengajian, maka kita tanyakan pendapatnya dengan menyodorkan buku yang menerangkan kebid’ahan-kebid’ahan yang dilakukannya.</p>
<p><strong>Ketiga.</strong><br />
<span style="color:#ff0000;">Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Selalu Memojokkannya Dengan Kesalahan – Kesalahannya. </span></p>
<p>Yang dimaksud dengan kesalahan-kesalahan disini, yaitu kesalahan yang tidak fatal; bukan kesalahan yang besar semisal penyimpangan dalam aqidah. Karena manusia adalah makhluk yang banyak memiliki kekurangan-kekurangan pada dirinya.</p>
<p>Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alus Syaikh menjelaskan dalam ceramahnya, bahwa ada empat fenomena yang mengotori dakwah Ahlu Sunnah Wal Jamaah.</p>
<p>[1]. Memandang sesuatu hanya dari satu sisi, yaitu hanya dalam masalah-masalah ijtihadiyah.<br />
[2]. Isti’jal atau terburu-buru.<br />
[3]. Ta’ashub atau fanatik.<br />
[4]. Thalabul kamal atau menuntut kesempurnaan.</p>
<p>Syaikh Shalih menjelaskan, selama seseorang berada di atas aqidah yang benar, maka kita seharusnya saling nasehat-menasehati, saling mengingati antara satu dengan yang lain. bukan saling memusuhi. Rasulullah bersabda yang artinya, “janganlah seorang mukmin membenci istrinya, karena jika dia tidak suka dengan satu akhlaknya yang buruk, dia akan suka dengan akhlaqnya yang baik.</p>
<p>Imam Ibn Qudamah menjelaskan dalam kitabMukhtasar Minhajul Qashidin, bahwa ada empat kriteria yang patut menjadi <span style="color:#0000ff;">pedoman dalam memilih teman. </span></p>
<p><span style="color:#800000;">[1]. Aqidahnya benar.<br />
[2]. Akhlaqnya baik.<br />
[3]. Bukan dengan orang yang tolol atau bodoh dalam hal berprilaku. Karena dapat menimbulkan mudharat.<br />
[4]. Bukan dengan orang yang ambisius terhadap dunia atau bukan orang yang materialistis.</span></p>
<p><strong>Keempat.</strong><br />
<span style="color:#ff0000;">Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Tidak Pernah Melupakan Kesalahan Orang Lain.</span></p>
<p>Sebagai seorang muslim, kita harus bisa memafkan dan melupakan kesalahan orang lain atas diri kita. tidak secara terus-menerus mengungkit-ungkit, apalagi menyebut-nyebutnya di depan orang lain. terkadang pada kondisi tertentu, membalas kejahatan itu bisa menjadi suatu keharusan atau lebih utama. Syaikh Utsaimin dalam kitab Syarh Riyadush Shalihin menjelaskan, bahwa memaafkan dilakukan bila terjadi perbaikan atau ishlah dengan pemberian maaf itu. Jika tidak demikian, maka tidak memberi maaf lalu membalas kejahatannya.</p>
<p><strong>Kelima.</strong><br />
<span style="color:#ff0000;">Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Sombong.</span></p>
<p>Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga, barang siapa yang di dalam hatinya ada sifat sombong, walau sedikit saja…….. &#8221; sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. <span style="color:#0000ff;">ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan manusia menjadi sombong. </span></p>
<p><span style="color:#800000;">[1]. Harta atau uang .<br />
[2]. Ilmu.<br />
[3]. Nasab atau keturunan.</span></p>
<p><strong>Keenam</strong><br />
<span style="color:#ff0000;">Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Terburu-Buru Memvonis Orang Lain.</span></p>
<p>Dr. Abdullah Al Khatir rahimahullah menjelaskan, bahwa di masyarakat ada fenomena yang tidak baik. Yaitu sebagian manusia menyangka, jika menemukan orang yang melakukan kesalahan, mereka menganggap, bahwa cara yang benar untuk memperbaikinya, ialah dengan mencela atau menegur dengan keras. Padahal para ulama memilik kaedah, bahwa hukum seseorang atas sesuatu, merupakan cabang persepsinya atas sesuatu tersebut.</p>
<p><strong>Ketujuh.</strong><br />
<span style="color:#ff0000;">Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Mempertahankan Kesalahannya, Atau Orang Yang Berat Untuk Rujuk Kepada Kebenaran Setelah Dia Meyakini Kebenaran Tersebut.</span></p>
<p>Syaikh Abdurrahman bin Yahya Al Mu’allimi rahimahullah berkata, “pintu hawa nafsu itu tidak terhitung banyaknya”. oleh karena itu, kita harus berusaha menahan hawa nafsu dan menundukkannya kepada kebenaran. Sehingga lebih mencintai kebenaran daripada hawa nafsu kita sendiri.</p>
<p><strong>Kedelapan.</strong><br />
<span style="color:#ff0000;">Manusia Tidak Suka Kepada Orang Yang Menisbatkan Kebaikan Kepada Dirinya Dan Menisbatkan Kejelekan Kepada Orang Lain.</span></p>
<p>Syaikh Utsaimin rahimahullah dalam kasetnya yang menjelaskan syarh Hilyatul ‘ilm, tentang adab ilmu. Beliau menjelaskan, bahwa jika kita mendapati atsar dari salaf yang menisbatkan kebaikan kepada dirinya, maka kita harus husnudzan. Bahwa hal itu diungkapkan bukan karena kesombongan, tetapi untuk memberikan nasehat kepada kita.</p>
<p>Dalam kitab Ighasatul Lahfan, Al Imam Ibn Qayyim menjelaskan, bahwa manusia diberi naluri untuk mencintai dirinya sendiri. Sehingga apabila terjadi perselisihan dengan orang lain, maka akan menganggap dirinya yang berada di pihak yang benar, tidak punya kesalahan sama sekali. sedangkan lawannya, berada di pihak yang salah. Dia merasa dirinya yang didhalimi dan lawannyalah yang berbuat dhalim kepadanya. Tetapi, jika dia memperhatikan secara mendalam, kenyataannya tidaklah demikian.</p>
<p><em><span style="color:#800000;"><strong>*&#8230;.Oleh karena itu, kita harus terus introspeksi diri dan hati-hati dalam berbuat. Agar bisa menilai apakah langkah kita sudah benar. Wallahu a’lam&#8230;.* </strong></span></em></p>
<p>[Sumber : Majalah As-Sunnah edisi 03 – 04/ V11/ 1424/ 2003 M. Diterbitkan oleh Yayasan Lajnah Istiqomah, Jl Solo Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=320&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/14/sikap-sikap-yang-disukai-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:LAWOP5vJkaSpVM:http://kandar4thegoodnews.files.wordpress.com/2008/04/dew_on_a_equisetum_fluviatile_luc_viatour.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">embun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG ISLAMI</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/05/kehidupan-sehari-hari-yang-islami/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/05/kehidupan-sehari-hari-yang-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 00:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Bacaan aja]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NASEHAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah
Saudaraku&#8230;.
Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan.
Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, supaya kita bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=318&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh<img alt="" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:RWpdCoOD4dl7OM:http://4.bp.blogspot.com/_iKhIi6rXNKo/ShrFZrtNxdI/AAAAAAAAADw/P9DnYVMwNyo/S660/think.jpg" title="?" class="alignright" width="136" height="95" /><br />
Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah</p>
<p>Saudaraku&#8230;.<br />
Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini kehadapan anda untuk direnungkan dan di jawab dengan perbuatan.<span id="more-318"></span></p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat kehadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, supaya kita bisa mengambil mannfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.</p>
<p>Apakah anda selalu shalat Fajar berjama&#8217;ah di masjid setiap hari .?</p>
<p>Apakah anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid .?</p>
<p>Apakah anda hari ini membaca Al-Qur&#8217;an .?</p>
<p>Apakah anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib .?</p>
<p>Apakah anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib .?</p>
<p>Apakah anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang anda baca .?<br />
Apakah anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur .?</p>
<p>Apakah anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya .?</p>
<p>Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan anda ke dalam Surga .? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata :&#8221;Wahai Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala masukkanlah ia ke dalam Surga&#8221;.</p>
<p>Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali .? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata :&#8221;Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka&#8221;. Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang artinya :&#8221;Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata :&#8221;Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata :&#8221;Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka&#8221;. [Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6]</p>
<p>Apakah anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam .?</p>
<p>Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik .?</p>
<p>Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau .?</p>
<p>Apakah anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala .?</p>
<p>Apakah anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari .?</p>
<p>Apakah anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pen) .?</p>
<p>Apakah anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dengan benar untuk mati Syahid .? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya :&#8221;Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur&#8221;. [Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya]</p>
<p>Apakah anda telah berdo&#8217;a kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala agar ia menetapkan hati anda atas agama-Nya. ?</p>
<p>Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo&#8217;a kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala di waktu-waktu yang mustajab .?</p>
<p>Apakah anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama .? [Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar, pent]</p>
<p>Apakah anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah .? Karena setiap mendo&#8217;akan mereka anda akan mendapat kebajikan pula.</p>
<p>Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala (dan bersyukur kepada-Nya, pent) atas nikmat Islam .?</p>
<p>Apakah anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya .?</p>
<p>Apakah anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya .?</p>
<p>Apakah anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala saja .?</p>
<p>Apakah anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri .?</p>
<p>Apakah anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala .?</p>
<p>Apakah anda telah menda&#8217;wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri anda .?</p>
<p>Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua .?</p>
<p>Apakah anda mengucapkan &#8220;Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji&#8217;uun&#8221; jika mendapatkan musibah .?</p>
<p>Apakah anda hari ini mengucapkan do&#8217;a ini : &#8221; Allahumma inii a&#8217;uudubika an usyrika bika wa anaa a&#8217;lamu wastagfiruka limaa la&#8217;alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui&#8221;. Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. [Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625]</p>
<p>Apakah anda berbuat baik kepada tetangga .?</p>
<p>Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki .?</p>
<p>Apakah anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya .?</p>
<p>Apakah anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian .?</p>
<p>Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan .?</p>
<p>Saudaraku ..<br />
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, inysa Allah.</p>
<p>[Risalah ini dinukilkan dari buku saku Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah, Penerjmeah Fariq Gasim Anuz]</p>
<p>Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1257/slash/0</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=318&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/05/kehidupan-sehari-hari-yang-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:RWpdCoOD4dl7OM:http://4.bp.blogspot.com/_iKhIi6rXNKo/ShrFZrtNxdI/AAAAAAAAADw/P9DnYVMwNyo/S660/think.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">?</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BOLEHKAH BUANG AIR KECIL [KENCING] BERDIRI !!!???</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/04/bolehkah-buang-air-kecil-kencing-berdiri/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/04/bolehkah-buang-air-kecil-kencing-berdiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 23:52:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : &#8220;Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam melarang buang air kecil sambil berdiri sebagaimana diriwayatkan oleh sayyidah Aisyah. Tetapi kemudian beliau buang air kecil sambil berdiri, bagaimana mengkompromikannya ?&#8221;
Jawaban.
Riwayat bahwa beliau melarang kencing sambil berdiri tidak shahih. Baik riwayat Aisyah ataupun yang lain.
Disebutkan dalam sunan Ibnu Majah dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=316&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh<br />
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani</p>
<p>Pertanyaan.<br />
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : &#8220;Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam melarang buang air kecil sambil berdiri sebagaimana diriwayatkan oleh sayyidah Aisyah. Tetapi kemudian beliau buang air kecil sambil berdiri, bagaimana mengkompromikannya ?&#8221;<span id="more-316"></span></p>
<p>Jawaban.<br />
Riwayat bahwa beliau melarang kencing sambil berdiri tidak shahih. Baik riwayat Aisyah ataupun yang lain.</p>
<p>Disebutkan dalam sunan Ibnu Majah dari hadits Umar, beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berkata :</p>
<p>&#8220;Artinya : Janganlah engkau kencing berdiri&#8221;.</p>
<p>Hadits ini lemah sekali. Adapun hadits Aisyah, yang disebut-sebut dalam pertanyaan tadi sama sekali tidak berisi larangan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam kencing sambil berdiri. Hadits tersebut hanya menyatakan bahwa Aisyah belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam kencing sambil berdiri.</p>
<p>Kata Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha.</p>
<p>&#8220;Artinya : Barangsiapa yang mengatakan pada kalian bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah buang air kecil sambil berdiri maka janganlah kalian membenarkannya (mempercayainya)&#8221;.</p>
<p>Apa yang dikatakan oleh Aisyah tentu saja berdasarkan atas apa yang beliau ketahui saja.</p>
<p>Disebutkan dalam shahihain dari hadits Hudzaifah bahwa beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam melewati tempat sampah suatu kaum, kemudian buang air kecil sambil berdiri.</p>
<p>Dalam kasus-kasus seperti ini ulama fiqih berkata : &#8220;Jika bertentangan dua nash ; yang satu menetapkan dan yang lain menafikan, maka yang menetapkan didahulukan daripada yang menafikan, karena ia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh pihak yang menafikan.</p>
<p>Jadi bagaimana hukum kencing sambil berdiri ?</p>
<p>Tidak ada aturan dalam syari&#8217;at tentang mana yang lebih utama kencing sambil berdiri atau duduk, yang harus diperhatikan oleh orang yang buang hajat hanyalah bagaimana caranya agar dia tidak terkena cipratan kencingnya. Jadi tidak ada ketentuan syar&#8217;i, apakah berdiri atau duduk. Yang penting adalah seperti apa yang beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam sabdakan.</p>
<p>&#8220;Maksudnya : Lakukanlah tata cara yang bisa menghindarkan kalian dari terkena cipratan kencing&#8221;.</p>
<p>Dan kita belum mengetahui adakah shahabat yang meriwayatkan bahwa beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri (selain hadits Hudzaifah tadi, -pent-). Tapi ini bukan berarti bahwa beliau tidak pernah buang air kecil (sambil berdiri, -pent-) kecuali pada kejadian tersebut.</p>
<p>Sebab tidak lazim ada seorang shahabat mengikuti beliau ketika beliau Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam buang air kecil. Kami berpegang dengan hadits Hudzaifah bahwa beliau pernah buang air kecil sambil berdiri akan tetapi kami tidak menafikan bahwa beliaupun mungkin pernah buang air kecil dengan cara lain.</p>
<p>[Disalin dari buku Majmuâ€™ah Fatawa Al-Madina Al-Munawarah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Albani, Penulis Muhammad Nashiruddin Al-Albani Hafidzzhullah, Penerjemah Adni Kurniawan, Penerbit Pustaka At-Tauhid]</p>
<p>BOLEHKAH BUANG AIR KECIL SAMBIL BERDIRI?</p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz</p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bolehkah seseorang buang air kecil sambil berdiri ? Perlu diketahui bahwa tidak ada bagian dari tubuh atau pakaian yang terkena najis tersebut ?</p>
<p>Jawaban<br />
Boleh saja buang air kecil sambil berdiri, terutama sekali bila memang diperlukan, selama tempatnya tertetutup dan tidak ada orang yang dapat melihat auratnya, dan tidak ada bagian tubuhnya yang terciprati air seninya. Dasarnya adalah riwayat dari Hudzaifah Radhiyallahu â€˜anhu, bahwa Nabi Shallallahu â€˜alaihi wa salalm pernah menuju sebuah tempat sampah milik sekelompok orang, lalu beliau buang air kecil sambil berdiri. Hadits ini disepakati keshahihannya. Akan tetapi yang afdhal tetap buang air kecil dengan duduk. Karena itulah yang lebih sering dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam, selain juga lebih dapat menutupi aurat dan lebih jarang terkena cipratan air seni.</p>
<p>[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal edisi Indonesia Fatawa bin Baaz I, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Penerjemah Abu Umar Abdullah, Penerbit At-Tibyan â€“ Solo]</p>
<p>HUKUM TEMPAT KENCING YANG BERGANTUNG </p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan</p>
<p>Pertanyaan.<br />
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Di tempat kami bekerja ada tempat kencing yang bergantung. Sebagian teman menggunakannya dengan memakai celana panjang dan kencing sambil berdiri yang tidak menjamin bahwa air urine tidak mengenai celana panjang. Pada suatu hari saya memberi nasehat kepadanya, ia menjawab â€œRasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam tidak pernah melarang hal tersebutâ€. Saya mohon nasehat dan petunjuk.</p>
<p>Jawaban<br />
Boleh bagi seseorang kencing sambil berdiri, apabila bisa terjaga dari percikan air kencing ke badan dan pakaiannya, karena Nabi Shallallahu â€˜alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri si suatu saat [1]. Terutama apabila hal tersebut sangat dibutuhkan karena sempitnya pakaiannya atau karena ada penyakit di tubuhnya, namun hukumnya makruh kalau tidak ada kebutuhan.</p>
<p>[Kitab Ad-Daâ€™wah 8, Alu Fauzan 3/46]</p>
<p>[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syarâ€™iyyah Fi Al-Masaâ€™il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerbit Darul Haq]<br />
_________<br />
Foote Note<br />
[1] Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Ath-Thaharah 224 dan Muslim dalam Ath-Thaharah 273</p>
<p>Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1783/slash/0</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=316&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/10/04/bolehkah-buang-air-kecil-kencing-berdiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WASIAT UMAR BIN DZAR TENTANG RENUNGAN MENGENAI PEMUTUS KENIKMATAN &#8211; Syaikh Salim -</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2009/09/28/wasiat-umar-bin-dzar-tentang-renungan-mengenai-pemutus-kenikmatan-syaikh-salim/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2009/09/28/wasiat-umar-bin-dzar-tentang-renungan-mengenai-pemutus-kenikmatan-syaikh-salim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 23:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali
Dari Nadhar bin Ismail yang berkata: Saya pernah mendengar Umar bin Dzar [1] berkata:
Kamu sekalian telah cukup mengerti tentang kematian, maka kamu menunggu-nunggu kedatangannya siang dan malam.
Mungkin kamu meninggal sebagai seorang yang sangat dicintai oleh keluarganya, dihormati oleh kerabatnya, dan dipatuhi oleh masyarakatnya, dipindahkan keliang yang kering dan batu-batu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=312&subd=sunniyun&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh<br />
Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali</p>
<p>Dari Nadhar bin Ismail yang berkata: Saya pernah mendengar Umar bin Dzar [1] berkata:<br />
Kamu sekalian telah cukup mengerti tentang kematian, maka kamu menunggu-nunggu kedatangannya siang dan malam.<span id="more-312"></span></p>
<p>Mungkin kamu meninggal sebagai seorang yang sangat dicintai oleh keluarganya, dihormati oleh kerabatnya, dan dipatuhi oleh masyarakatnya, dipindahkan keliang yang kering dan batu-batu cadas yang bisu. Tidak ada seorangpun dari keluarga yang bisa memberikan bantal, kecuali hanya menempatkannya di tengah kerumunan binatang serangga. Adapun bantal pada saat itu berupa amal perbuatannya.</p>
<p>Atau mungkin kamu meninggal sebagai orang yang malang dan terasing. Di dunia, ia telah ditimpa banyak kesedihan, usaha yang dilakukan sudah berkepanjangan, badan telah kepayahan, lantas kematian tiba-tiba menjemput sebelum ia meraih keinginannya.</p>
<p>Atau mungkin kamu adalah seorang anak yang masih disusui, orang yang sakit, atau orang yang tergadai dan tergila-gila dengan kejahatan. Mereka semua diundi dengan anak panah kematian.</p>
<p>Tidak adakah pelajaran yang bisa dipetik dari perkataan para juru nasihat?!</p>
<p>Sungguh, seringkali saya berkata: &#8220;Maha Suci Allah Jalla Jalaluhu. Dia telah memberi tempo kepada kamu sehingga seakan-akan menjadikan kamu lalai.&#8221; Kemudian saya kembali melihat kepemaafan dan kekuasaan-Nya, lantas berkata: &#8220;Tidak, tetapi Dia mengakhirkan kita sampai pada batas ajal kita, sampai pada hari di mana mata menjadi terbelalak dan hati menjadi kering.&#8221;</p>
<p>&#8220;Artinya : Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.&#8221; [Ibrahim : 43]</p>
<p>&#8220;Ya Rabbi, Engkau telah memberikan peringatan, maka hujjah-Mu telah tegak<br />
atas hamba-hamba-Mu”</p>
<p>Kemudian ia membaca:</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang adzab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zhalim: &#8220;Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit.&#8221; [Ibrahim : 44]</p>
<p>Kemudian ia berkata:</p>
<p>&#8220;Wahai pelaku kezhaliman! Sesungguhnya kamu sedang berada dalam masa penangguhan yang kamu minta itu, maka manfaatkanlah sebelum akhir masa itu tiba dan bersegeralah sebelum berlalu. Batas akhir penangguhan adalah ketika kamu menemui ajal, saat sang maut datang. Ketika itu tidak berguna lagi penyesalan.</p>
<p>Anak Adam ibarat papan yang dipasang sebagai sasaran dari panah kematian. Siapa yang dipanah dengan anak panah-anak panahnya, tidak akan meleset. Dan bila kematian itu telah menginginkan seseorang, maka tidak akan menimpa yang lain.</p>
<p>Ketahuilah, sesungguhnya kebaikan yang paling besar adalah kebaikan di akhirat yang abadi dan tidak berakhir, yang kekal dan tidak fana, yang terus berlanjut dan tak kenal putus.</p>
<p>Hamba-hamba yang dimuliakan bertempat tinggal di sisi Allah Ta&#8217;ala di tengah segala hal yang menyenangkan diri dan menyejukkan pandangan. Mereka saling mengunjungi, bertemu, dan bernostalgia tentang hari-hari mereka hidup di dunia.</p>
<p>Tentramlah kehidupan mereka. Mereka telah memperoleh apa yang mereka inginkan dan meraih apa yang mereka cari, karena keinginan mereka adalah berjumpa dengan majikan Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi Anugerah. [2]</p>
<p>[Disalin ulang dari: "Wasiat Para Salaf", Penulis Syaikh Salim bin 'Ied Al Hilali, Penerjemah: Hawin Murtadho. Penerbit: At-Tibyan, Solo. Cetakan kedua: Juli 2000 M, hal.111-114]<br />
_________<br />
Foote Note<br />
[1]. Dia adalah Umar bin Dzar biun Abdillah bin Zaraqah Al-Hamdani Al-Murhabi, seorang tabi&#8217;it tabi&#8217;in yang tsiqah, wafat pada tahun 135 H. Riwayat hidupnya ada dalam &#8220;Tahdzibut Tahdzib&#8221; (VII:144), &#8220;Hilyatul Auliya&#8221; (V:108) dan lain-lain<br />
[2]. Dikeluarkan oleh Abu Nu&#8217;aim dalam &#8216;Al-Hilyah&#8217; (V:115-116)</p>
<p>Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1977/slash/0</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/312/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&blog=8452031&post=312&subd=sunniyun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2009/09/28/wasiat-umar-bin-dzar-tentang-renungan-mengenai-pemutus-kenikmatan-syaikh-salim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>