<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sunniyun&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://sunniyun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sunniyun.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 07:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sunniyun.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c4ab772414d3be48c07411cfa95fad74?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Sunniyun&#039;s Blog</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sunniyun.wordpress.com/osd.xml" title="Sunniyun&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sunniyun.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hukum Memelihara Jenggot</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/21/hukum-memelihara-jenggot/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/21/hukum-memelihara-jenggot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 13:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah memelihara jenggot wajib hukumnya atau hanya boleh? Apakah mencukurnya berdosa atau hanya merusak Dien? Apakah mencukurnya hanya boleh bila disertai dengan memelihara kumis? Jawaban Mengenai pertanyaan-pertanyaan di atas, kami katakan, terdapat hadits yang shahih dari Nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=339&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin  Baz<img class="alignright" title="jenggot" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:DxrVNAj05kY1nM:http://duwex.files.wordpress.com/2007/04/janggut.thumbnail.gif" alt="" width="91" height="81" /></p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz  ditanya : Apakah memelihara jenggot wajib hukumnya atau hanya boleh? Apakah  mencukurnya berdosa atau hanya merusak Dien? Apakah mencukurnya hanya boleh bila  disertai dengan memelihara kumis?</p>
<p>Jawaban<br />
Mengenai  pertanyaan-pertanyaan di atas, kami katakan, terdapat hadits yang shahih dari  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari dan  Muslim <span id="more-339"></span>di dalam kitab Shahih keduanya dari hadits Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma  dia berkata. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya  : Selisihilah orang-orang musyrik, potonglah kumis (hingga habis) dan  sempurnakan jenggot (biarkan tumbuh lebat,-peny)’ [1]</p>
<p>Di dalam shahih  Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya : Potonglah kumis dan biarkanlah  jenggot memanjang, selisihilah orang-orang Majusi” [2]</p>
<p>Imam An-Nasai di  dalam sunannya mengeluarkan hadits dengan sanad yang shahih dari Zaid bin Arqam  Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda.</p>
<p>“Artinya : Barangsiapa yang tidak pernah mengambil dari  kumisnya (memotongnya), maka dia bukan termasuk dari golongan kami”  [3]</p>
<p>Al-Allamah besar dan Al-Hafizh terkenal, Abu Muhammad bin Hazm  berkata, “Para ulama telah besepakat bahwa memotong kumis dan membiarkan jenggot  tumbuh adalah fardlu (wajib)”</p>
<p>Hadits-hadits tentang hal ini dan ucapan  para ulama perihal memotong habis kumis dan memperbanyak jenggot, memuliakan dan  membiarkannya memanjang banyak sekali, sulit untuk mengkalkulasi kuantitasnya  dalam risalah singkat ini.</p>
<p>Dari hadits-hadits di muka dan nukilan ijma  oleh Ibnu Hazm diketahui jawaban terhadap ketiga pertanyaan diatas, ulasan  ringkasnya ; bahwa memelihara, memperbanyak dan membiarkan jenggot memanjang  adalah fardhu, tidak boleh ditinggalkan sebab Rasulullah memerintahkan demikian  sementara perintahnya mengandung makna wajib sebagaimana firman Allah  Ta’ala.</p>
<p>“Artinya : Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”  [Al-Hasyr : 7]</p>
<p>Demikian pula, menggunting (memotong) kumis wajib hukumnya  akan tetapi memotong habis adalah lebih afdhal (utama), sedangkan memperbanyak  atau membiarkannya begitu saja, maka tidak boleh hukumnya karena bertentangan  dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Potonglsh kumis”, “Potonglah  kumis sampai habis”, “Barangsiapa yang tidak mengambil dari kumisnya  (memotongnya) maka dia bukan termasuk dari golongan kami”</p>
<p>Keempat lafazh  hadits tersebut, semuanya terdapat di dalam riwayat-riwayat hadits yang shahih  dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan pada lafazh yang terakhir  tersebut terdapat ancaman yang serius dan peringatan yang tegas sekali. Hal ini  kemudian mengandung konsekuensi wajibnya seorang muslim berhati-hati terhadap  larangan Allah dan RasulNya dan bersegera menjalankan perintah Allah dan  RasulNya.</p>
<p>Dari hal itu juga diketahui bahwa memperbanyak kumis dan  membiarkannya merupakan suatu perbuatan dosa dan maksiat. Demikian pula,  mencukur jenggot dan memotongnya termasuk perbuatan dosa dan maksiat yang dapat  mengurangi iman dan memperlemahnya serta dikhawatirkan pula ditimpakannya  kemurkaan Allah dan azab-Nya.</p>
<p>Di dalam hadits-hadits yang telah  disebutkan di atas terdapat petunjuk bahwa memanjangkan kumis dan mencukur  jenggot serta memotongnya termasuk perbuatan menyerupai orang-orang majusi dan  orang-orang musyrik padahal sudah diketahui bahwa menyerupai mereka adalah  perbuatan yang munkar, tidak boleh dilakukan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu  ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>“Artinya : Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum,  maka dia termasuk dari golongan mereka” [4]</p>
<p>Saya berharap jawaban ini  cukup dan memuaskan.</p>
<p>Wallahu waliyyut taufiq Washallahu wa sallam ‘ala  Nabiyyina Muhamad wa alihi wa shahbih.</p>
<p>[Kumpulan fatwa-fatwa, juz III,  hal.362-363]</p>
<p>[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il  Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa  Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjemah Musthofa Aini  Lc]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[1]. Shahih Al-Bukhari, kitab Al-Libas (5892,  5893), Shahih Musim, kitab Ath-Thaharah (259).<br />
[2]. Shahih Muslim, kitab  Ath-Thaharah (260)<br />
[3]. Sunan At-Turmudzi, kitab Al-Adab (2761), Sunan  An-Nasai, kitab Ath-Thaharah (13) dan kitab Az-Zinah (5047)<br />
[4]. Sunan Abu  Daud, kitab Al-Libas (4031), Musnad Ahmad (5093, 5094,  5634)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/984/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/984/slash/0</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=339&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/21/hukum-memelihara-jenggot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:DxrVNAj05kY1nM:http://duwex.files.wordpress.com/2007/04/janggut.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">jenggot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Candanya Para Ulama^^</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/21/candanya-para-ulama/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/21/candanya-para-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 13:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ULAMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[1. Ada seorang pemuda penuntut ilmu pernah naik mobil bersama Syaikh al-Abani rahimahullah. Syaikh al-Abani mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Melihatnya, maka pemuda itupun menegur:”Wahai Syaikh,ini namanya ‘ngebut’ dan hukumnya tidak boleh. “Syaikh ibnu Baz mengatakan bahwa hal ini termasuk menjerumuskan diri dalam kebinasaan. Mendengarnya, Syaikh al-Albani rahimahullah tertawa lalu berkata:”Ini adalah fatwa seseorang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=348&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Ada seorang pemuda penuntut ilmu pernah naik mobil bersama Syaikh al-Abani rahimahullah. Syaikh al-Abani mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Melihatnya, maka pemuda itupun menegur:”Wahai Syaikh,ini namanya ‘ngebut’ dan hukumnya tidak boleh. “Syaikh ibnu Baz mengatakan bahwa hal ini termasuk menjerumuskan diri dalam kebinasaan. Mendengarnya, Syaikh al-Albani rahimahullah tertawa lalu berkata<span id="more-348"></span>:”Ini adalah fatwa seseorang yang tidak merasakan nikmatnya mengemudi mobil!!.” Pemuda itu berkata: “Syaikh, akan saya laporkan hal ini kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz.” Jawab Syaikh al-Abani;”Silahkan,laporkan saja.”<!--more--></p>
<p>Pemuda itu melanjutkan ceritanya: “Suatu sa’at, saya bertemu dengan Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah di Makkah maka saya laporkan dialog saya dengan Syaikh al-Abani rahimahullah tersebut kepada beliau.Mendengarnya, beliau juga tertawa seraya berkata: ‘Katakan padanya:”ini adalah fatwa seseorang yang belum merasakan enaknya terkena denda!” (Al-Imam Ibnu Baz,Abdul Aziz as-Shadan hlm.73)</p>
<p>2. Diceritakan bahwa suatu ketika Raja Khalid rahimahullah mengunjungi<br />
rumah Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah, sebagaimana kebiasaan para raja sebagai sikap<br />
menghormati dan memuliakan para ulama. Dan ketika sang Raja melihat rumah<br />
Syaikh yg sangat sederhana maka raja menawarkan kepada Syaikh untuk<br />
dibangunkan sebuah rumah untuk beliau, Syaikh berterimakasih dan<br />
berkata:”Saya sedang membangun rumah di daerah As-Salihiyah (wilayah<br />
Unayzah, Qasim), bagaimanapun mesjidnya dan panti sosialnya membutuhkan<br />
bantuan (dana)”</p>
<p>Maka setelah sang Raja pergi, beberapa orang yg ikut dlm pertemuan itu<br />
berkata: “Wahai Syaikh, kami tidak mengetahui kalau anda sedang membangun<br />
rumah di As-Salihiyah?”</p>
<p>Maka Syaikh menjawab: “Bukankah pekuburan ada di As-Salihiyah?”</p>
<p>(Ad-Dur Ath-Thamin Fi Tarjamti Faqihil Ummah Al-`Allamah ibn Utsaimin – p.218)</p>
<p>3. Ada salah seorang suami dari cucu Syaikh Ibnu Baz menemui beliau dan berkata, “Wahai Syaikh, kami ingin agar engkau mengunjungi dan makan di rumah kami”. Jawaban beliau, “Tidak masalah, jika engkau menikah untuk kedua kalinya maka kami akan datang ke acara walimah insya Allah”.</p>
<p>Setelah pulang, orang ini bercerita kepada istrinya tentang apa yang dikatakan oleh kakeknya. Kontan saja cucu perempuan dari Syaikh Ibnu Baz buru-buru menelpon kakeknya. “Wahai Syeikh, apa maksudnya?”. Ibnu Baz berkata kepada cucunya, “Kami hanya guyon dengan dia. Kami tidak mengharuskannya untuk nikah lagi. Kami akan berkunjung ke rumahmu meski tidak ada acara pernikahan”. (www.ustadzaris.com)</p>
<p>4. Abdullah bin Ali Al-Matawwu’ menceritakan bahwa dia menemani Syaikh Ibn<br />
Utsaimin (dari Unayzah) menuju Al-Bada-i yg jaraknya 15 km dari Unayzah<br />
untuk memenuhi undangan makan siang.</p>
<p>Setelah makan siang, ketika mereka dlm perjalanan pulang mereka melihat<br />
seorang dgn jenggot berwarna merah (mungkin dicelup dgn hinna) dgn wajah<br />
tenang melambaikan tangan (mencari tumpangan).</p>
<p>Syaikh berkata: “Pelanlah! kita akan mengajaknya bersama kita”</p>
<p>Maka Syaikh berkata kpd orang itu: “Engkau mau kemana?”</p>
<p>Orang itu menjawab: “Ajak aku bersama kalian ke Unayzah”</p>
<p>Syaikh berkata: “Dengan dua syarat, pertama engkau tidak boleh merokok,<br />
kedua engkau harus mengingat Allah”</p>
<p>Orang itu menjawab: “Masalah rokok, aku tidak merokok, walaupun tadi aku<br />
menumpang seseorang yg merokok dan (karena itu) aku minta diturunkan<br />
disini, dan tentang mengingat Allah maka tidak ada muslim kecuali dia<br />
mengingat Allah”</p>
<p>Maka orang itu naik ke mobil</p>
<p>(Terlihat jelas sepanjang perjalanan bahwa) orang itu tidak menyadari<br />
kalau dia sedang bersama Syaikh Ibn Utsaimin. Ketika tiba di Unayzah orang<br />
itu berkata:”Tunjukkan padaku rumah Syaikh Ibn Utsaimin, karena aku punya<br />
pertanyaan yg ingin aku tanyakan pada beliau”</p>
<p>maka Syaikh berkata:”Kenapa tidak engkau tanyakan pada beliau ketika<br />
engkau bertemu dgn beliau di Al-Bada-i?”</p>
<p>Orang itu berkata:”Aku tidak bertemu dgn beliau”</p>
<p>Syaikh berkata:”Aku melihat sendiri engkau berbicara dgn beliau dan<br />
memberi salam kpdnya”</p>
<p>Orang itu berkata:”Engkau mempermainkan orang yg lebih tua dari orang tuamu!”</p>
<p>Syaikh tersenyum dan berkata kpdnya:”Shalat Ashar-lah di mesjid ini (Jami’<br />
Unayzah) nanti engkau akan melihat beliau”</p>
<p>Orang itu pergi tanpa mengetahui bahwa tadi dia sedang berbicara dgn<br />
Syaikh Ibn Utsaimin sendiri.</p>
<p>Setelah dia selesai shalat Ashr, orang itu melihat Syaikh didepan selesai<br />
mengimami shalat jama’ah, maka dia bertanya (pada orang lain) tentang<br />
beliau, dan diberitahukan kpdnya bahwa Syaikh itu adalah Syaikh Ibn<br />
Utsaimin. Maka orang itu mendekati Syaikh dan meminta maaf karena tidak<br />
mengenali beliau tadi(diperjalanan), kemudian dia menyampaikan<br />
pertanyaannya. Syaikh pun menjawab pertanyannya, dan orang itu mulai<br />
menangis memohon kpd Syaikh.</p>
<p>(Al-Jami’ li Hayaat Al-`Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin – p.38)</p>
<p>5. Jika ada seorang yang berkunjung ke rumah Syaikh Ibnu Baz rahimahullah, maka beliau pasti menawari orang tersebut untuk turut makan malam bersama beliau. Jika orang tersebut beralasan, “Wahai Syaikh, saya tidak bisa” maka dengan nama berkelakar Ibnu Baz berkata, “Engkau takut dengan istrimu ya?! Marilah makan malam bersama kami”. (www.ustadzaris.com)</p>
<p>6. Dalam pelajaran fiqih, ketika membahas tentang cacat di dalam pernikahan, seorang murid bertanya kepada Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah : “Wahai syaikh, bagaimana seandainya ada seorang laki-laki menikah, ternyata setelah itu ketahuan istrinya tidak punya gigi, bolehkah dia mencerainya?”<br />
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab : “Itu istri yang sangat istimewa!! Karena dia tidak muungkin dapat menggigitmu!!” (Majalah al-Furqon)</p>
<p>7. Ketika Syaikh Ibnu Baz rahimahullah hendak rekaman untuk acara Nurun ‘ala Darb (acara tanya jawab di radio Al Qur’an Al Karim di Saudi), biasanya beliau melepas kain sorbannya dan dengan nada canda beliau berkata, “Siapa yang mau memikul amanah?”. Jika ada salah seorang yang ada di tempat tersebut mengatakan, “Saya” maka beliau berkata, “Silahkan ambil”. (www.ustadzaris.com)</p>
<p>8. Seseorang bertanya kepada Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah: “Ada sebuah Hadist mengatakan : ‘Tidak ada pertaruhan dalam perlombaan kecuali lomba panah,atau onta, atau kuda’. Apa pendapat anda mengenai orang yang menyelenggarakan lomba untuk ayam dan merpati?”</p>
<p>Beliau menjawab: “Wallahi- Ya akhiy- Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam berkata “Tidak ada pertaruhan dalam perlombaan kecuali lomba panah,atau onta, atau kuda”.”As-Sabaq” disini bermakna “Al-’audh”(mengganti). Karena hal-hal ini membantu dalam kondisi peperangan. Karena ada faidah (manfaat) darinya.Pembuat syariat membolehkan berlomba pada hal tersebut.Apabila ayam mu bisa membantumu dalam peperangan bisa kau tunggani ,meninju (melompat) dan menggali..maka tidak mengapa, jika tidak maka jangan…..”<br />
(Liqo Bab Al-Maftuh pertanyaan ketiga,kaset No.200)</p>
<p>9. Seseorang bertanya kepada Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah : “Apa hukum menggantungkan doa-doa di mobil seperti doa menaiki kendaraan atau safar dan lain sebagainya.Apa jawaban bagi yang berkata bahwa hal tersebut termasuk tamimah?”</p>
<p>Beliau menjawab: “Termasuk tamimah (jimat)? Saya katakan terhadap orang yang berkata bahwa hal ini tergolong tamimah: Sungguh telah benar, apabila mobilnya sakit!! Digantungkan doa-doa ini di mobil nya bukan di penumpangnya,dan diletakkan di mobilnya juga baik karena bisa mengingatkan penumpang dengan doa menaiki kendaraan.Atau dengan doa safar.Semua yang bisa membantu kebaikan maka hal itu baik.Saya tidak memandang menggantungknnya tidak boleh.Ini bukan termasuk tamimah kecuali sebagaimana saya katakan tadi :Jika mobilnya sedang sakit,kemudian digantungkannya doa-doa ini kemudian sembuh dengan idzin Allah!! Oleh karenanya perkara ini baik-baik saja!</p>
<p>(Liqo As-Syahri ,kaset No.9 Side B)</p>
<p>10. Diceritakan oleh Ihsan bin Muhammad Al-Utaybi; Setelah selesai shalat di masjidil haram al-makki, Syaikh meninggalkan Al-Haram untuk pergi ke suatu tempat dgn mobil, maka beliau menghentikan sebuah taxi dan menaikinya. Dalam perjalanan, sang supir ingin berkenalan dgn penumpangnya, maka dia menanyakan:”(Nama)anda siapa wahai Syaikh?”</p>
<p>Syaikh menjawab:”Muhammad bin Utsaimin”</p>
<p>Dengan terkejut sang supir bertanya:”Syaikh Ibn Utsaimin?” karena mengira Syaikh berbohong kpdnya, sebab dia tidak menyangka seorang seperti Syaikh Ibn Utsaimin akan menjadi penumpang taxi nya.</p>
<p>Maka Syaikh menjawab:”Ya, Asy Syaikh”</p>
<p>Sopir taksi memutar kepalanya untuk melihat wajah Asy-Syaikh Al-Utsaimin</p>
<p>Syaikh pun bertanya:”Siapakah (nama) kamu wahai saudaraku?”</p>
<p>Supir itu menjawab:”Saya Asy Syaikh Abdul`Aziz bin Baz!”</p>
<p>Syaikh pun tertawa dan menanyakan:”Engkau Syaikh Abdul`Aziz bin Baz?!!!”</p>
<p>Supir taxi itu menjawab:”Ya, seperti anda Syaikh Ibn Utsaimin”</p>
<p>Lalu Syaikh berkata:”Tapi kan Syaikh Abdul`Aziz bin Baz buta, dan beliau<br />
tidak menyetir mobil”</p>
<p>Seketika itu sang supir taxi mulai menyadari bahwa penumpang yg duduk<br />
disebelahnya benar-benar Syaikh Ibn Utsaimin. Dan sungguh kacau apa yg dia hadapi sekarang (salah tingkah).</p>
<p>(Safahat Musyiqah min Hayaatil Imam Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin – p.79<br />
Ref:Al-Madinah ((Ar-Risalah)), nomor:13788)</p>
<p>11. Diceritakan oleh Abu Khalid AbdulKarim Al-Miqrin; Ketika di studio sedang<br />
melakukan rekaman acara “Pertanyaan melalui Telepon”, seorang saudara<br />
bernama Sa’d Khamis selalu berkata kpd Syaikh setiap kali selesai sesi<br />
rekaman:”Jazakallahu khairan wahai Syaikh, (dan semoga) Allah mengasihi<br />
kedua orang tua Anda”</p>
<p>(pada kesempatan kali ini) Syaikh berkata:”Aamiin ya Sa’d, dan untukku?”</p>
<p>Maka Sa’d barkata (lagi):”Semoga Allah mengasihi kedua orang tuamu”</p>
<p>Dan Syaikh menjawab (lagi):”Aamiin, dan untukku?”</p>
<p>Kemudian Sa’d Khamis menyadari apa yg dimaksud (oleh perkataan Syaikh),<br />
maka dia berkata:”Semoga Allah mengasihi Anda dan semoga Allah mengasihi<br />
kedua orang tua Anda dan semoga Allah membalas kebaikan Anda dgn<br />
sebaik-baik balasan”</p>
<p>Maka Syaikh pun tersenyum lalu tertawa, dan kita semuapun tertawa.</p>
<p>(Arba`ah`asyar`aam ma`a Samahatiil-`Allamah Asy-Syaikh Ibn Utsaimin – p.63)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=348&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/21/candanya-para-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Kita Setelah Dikubur</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/07/apa-yang-terjadi-pada-tubuh-kita-setelah-dikubur/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/07/apa-yang-terjadi-pada-tubuh-kita-setelah-dikubur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 05:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[kubur nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Dr.Zuhair Rabih (Anggota Haiah I’jazul Ilmi, Makkah al-Mukarromah) Sesungguhnya mayit di dalam kubur, akan melewati beberapa fase perubahan, dan aku akan menyebutkan secara ringkas beberapa fase tersebut, sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya. Berikut ini fase tersebut: Malam Pertama: Di kuburan pembusukan bermula pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=394&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Dr.Zuhair Rabih (Anggota Haiah I’jazul Ilmi, Makkah al-Mukarromah) <img class="alignright" title="proses" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:I2A3VJCRTw_KqM:http://radenbeletz.blogdetik.com/files/2009/09/gambar-alam-kubur.jpg" alt="" width="124" height="102" /></p>
<p>Sesungguhnya mayit di dalam kubur, akan melewati beberapa fase perubahan, dan aku akan menyebutkan secara ringkas beberapa fase tersebut, sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya. Berikut ini fase tersebut:</p>
<p><strong>Malam Pertama:</strong><br />
Di kuburan pembusukan bermula pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia.<span id="more-394"></span> Dua hajat, yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.</p>
<p><strong>Malam Kedua</strong><br />
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti: limpa, hati, paru-paru dan lambung.</p>
<p><strong>Hari Ketiga</strong><br />
Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluatkan bau busuk tidak sedap.</p>
<p><strong>Seminggu Setelahnya</strong><br />
Wajah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.</p>
<p><strong>Setelah 10 hari</strong><br />
Tetap terjadi pembusukan pada kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa..</p>
<p><strong>Setelah Dua Minggu</strong><br />
Rambut mulai rontok</p>
<p><strong>Setelah 15 Hari</strong><br />
Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya</p>
<p><strong>Setelah Enam Bulan</strong><br />
Anda tidak akan menemukan kecuali rangka tulang saja.</p>
<p><strong>Setelah 25 Tahun</strong><br />
Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, anda akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor), dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat.</p>
<p>Saudara-saudaraku fillah, inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya. Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah kusebutkan kepada Anda.</p>
<p>Aku memohon keteguhan kepada Allah untukku dan untuk Anda sekalian. Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, ya Allah, jadikanlah kuburan kami sebagai satu taman dari taman-taman sorga, dan jangan jadikan dia sebagai satu lobang dari lobang-lobang api neraka. Amin. (AR)</p>
<p>Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin. Wallahu A’lam.</p>
<p>Sumber: diketik ulang dari Majalah Qiblati Edisi 06, Tahun V, 03-1431H/03-2010M, Hal.46-47</p>
<p><strong>Dipublikasikan kembali oleh : </strong><strong><a href="http://alqiyamah.wordpress.com/" target="_blank">Al Qiyamah – Moslem Weblog</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=394&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/07/apa-yang-terjadi-pada-tubuh-kita-setelah-dikubur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:I2A3VJCRTw_KqM:http://radenbeletz.blogdetik.com/files/2009/09/gambar-alam-kubur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">proses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tempat Tinggal Syaiton!!!</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/07/tempat-tinggal-syaiton/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/07/tempat-tinggal-syaiton/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 05:23:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Bacaan aja]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[jin]]></category>
		<category><![CDATA[syaiton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Tempat-tempat yang banyak ditemukan para syaitan diantaranya : 1. Tempat peristirahatan unta. Dalam hadits Abdullah bin Mughaffal radiyallohu ‘anhu berkata, bersabda ..Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam: صَلُّوا فِى مَرَابِضِ الْغَنَمِ وَلاَ تُصَلُّوا فِى أَعْطَانِ الإِبِلِ فَإِنَّهَا خُلِقَتْ مِنَ الشَّيَاطِينِ &#8221; Shalatlah kalian di tempat peristirahatan (kandang) kambing dan janganlah kalian shalat di tempat peristirahatan (kandang) unta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=391&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="kuburan" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:UXksX7IhcTO_NM" alt="" width="137" height="103" />Tempat-tempat yang banyak ditemukan para syaitan diantaranya :</p>
<p>1. Tempat peristirahatan unta.</p>
<p>Dalam hadits Abdullah bin Mughaffal radiyallohu ‘anhu berkata, bersabda ..Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam:</p>
<p>صَلُّوا فِى مَرَابِضِ الْغَنَمِ وَلاَ تُصَلُّوا فِى أَعْطَانِ الإِبِلِ فَإِنَّهَا خُلِقَتْ مِنَ الشَّيَاطِينِ</p>
<p>&#8221; Shalatlah kalian di tempat peristirahatan (kandang) kambing dan janganlah kalian shalat di tempat peristirahatan (kandang) unta karena sesungguhnya unta itu diciptakan dari syaitan.&#8221; (HR. Ahmad (4/85), Ibnu Majah (769) dan Ibnu Hibban (5657) dan selainnya).<br />
<span id="more-391"></span><br />
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dalam &#8220;Majmu Fatawa&#8221; (19/41) ketika menjelaskan tentang penyebab dilarangnya shalat di tempat peristirahatan unta. Yang benar bahwa penyebab (dilarangnya shalat) di kamar mandi, tempat peristirahatan unta dan yang semisalnya adalah karena itu adalah tempat-tempat para setan.</p>
<p>2. Tempat buang air besar dan kecil</p>
<p>Dalam hadits Zaid bin Arqam radiyallohu ‘anhu, dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad (4/373), Ibnu Majah (296), Ibnu Hibban ( 1406), Al Hakim (1/187) dan selainnya bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda :</p>
<p>إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ</p>
<p>&#8221; Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan, pen), maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah &#8220;Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.&#8221;</p>
<p>الْخُبُثِ adalah setan laki-laki dan الْخَبَائِثِ adalah setan perempuan. Demikian banyak orang yang terkena gangguan jin adalah di tempat-tempat buang hajat.</p>
<p>3. Lembah-lembah. Sesungguhnya jin dan setan ditemukan di lembah-lembah dan tidak ditemukan di pegunungan. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam &#8220;Majmu Fatawa&#8221; (19/33) : &#8220;Lembah-lembah adalah tempatnya kaum jin karena sesungguhnya mereka lebih banyak ditemukan di lembah-lembah daripada di dataran tinggi.&#8221;</p>
<p>4. Tempat sampah dan kotoran.</p>
<p>Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam &#8220;Majmu Fatawa&#8221; (19/41) : &#8220;(Para Setan) ditemukan di tempat-tempat bernajis seperti kamar mandi dan WC, tempat sampah, kotoran serta pekuburan.&#8221;</p>
<p>5. Pekuburan.</p>
<p>Telah datang dari hadits Abu Said Al Khudri radiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:</p>
<p>الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ</p>
<p>&#8221; Permukaan bumi itu semuanya masjid (bisa dijadikan tempat untuk shalat, pen) kecuali pekuburan dan kamar mandi.&#8221; (HR. Ahmad (3/83), Abu Daud (492), Tirmidzi (317), Ibnu Hibban (1699), Al Hakim (1/251) serta yang lainnya).</p>
<p>Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dalam &#8220;Majmu Fatawa&#8221; (19/41) ketika berbicara tentang tempat-tempat jin : &#8220;Pada pekuburan itu terdapat sarana menuju kesyirikan sebagaimana pekuburan juga menjadi tempat mangkalnya para syaitan Lihat ucapan beliau sebelumnya. Para syaitan menuntut orang yang hendak menjadi tukang sihir untuk selalu tinggal di pekuburan. Dan disanalah para syaitan turun mendatanginya dan tukang sihir itu bolak balik ke tempat ini. Para syaitan menuntutnya untuk memakan sebagian orang-orang mati.</p>
<p>6. Tempat yang telah rusak dan kosong.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam &#8220;Al Adab Al Mufrad&#8221; (579) dari Tsauban radiyallohu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, berkata kepadaku :</p>
<p>لا تسكن الكفور فإِن ساكن الكفوركساكن القبور</p>
<p>&#8221; Janganlah kamu tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman karena tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman itu seperti tinggal di kuburan.&#8221;</p>
<p>Hadits ini hasan. Berkata lebih dari satu ulama bahwa Al Kufuur adalah tempat yang jauh dari pemukiman manusia dan hampir tidak ada seorang pun yang lewat di situ. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana yang disebutkan dalam &#8220;Majmu Fatawa&#8221; (19/40-41) ketika berbicara tentang jin : &#8220;Oleh karena itu, (para syaitan) banyak ditemukan di tempat yang telah rusak dan kosong.&#8221;</p>
<p>7. Lautan</p>
<p>Dalam hadits Jabir radiyallohu ‘anhu berkata : Bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :</p>
<p>إن إبليس يضع عرشه على البحر ثم يبعث سراياه</p>
<p>&#8221; Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas lautan dalam riwayat lain di atar airdan kemudian dia pun mengutus pasukannya.</p>
<p>(HR. Muslim: 2813).</p>
<p>Dan juga datang dari hadits Abu Musa radiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan yang lainnya dan hadits ini shahih. Sebagian ulama menyebutkan bahwa lautan yang dimaksud adalah samudera &#8220;Al Haadi&#8221; karena di sanalah tempat berkumpulnya semua benua.</p>
<p>8. Celah-celah di bukit.</p>
<p>Telah datang hadits Ibnu Sarjis radiyallohu ‘anhu dia berkata: bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :</p>
<p>لايبلون أَحدكم في الجحر</p>
<p>&#8221; Janganlah salah seorang diantara kalian kencing di lubang…&#8221;</p>
<p>Mereka berkata kepada Qatadah: &#8220;Apa yang menyebabkan dibencinya kencing di lubang?&#8221;, dia berkata : &#8220;Disebutkan bahwa itu adalah tempat tinggalnya jin&#8221;. Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (5/82), Abu Daud (29), An Nasaai (34), Al Hakim (1/186) dan Al Baihaqi (1/99). Lebih dari satu ulama yang membenarkan bahwa Qatadah mendengar dari Abdullah bin Sarjis radiyallohu ‘anhu,. Lihat ktab &#8220;Jami&#8217; At Tahshiil.&#8221;</p>
<p>Hadits ini dishahihkan oleh Al Walid Al Allamah Al Wadi&#8217;i dalam &#8220;Ash Shahih Al Musnad Mimma Laisa fii Ash Shahihain&#8221; (579).</p>
<p>9. Tempat-tempat kesyirikan, bid&#8217;ah dan kemaksiatan</p>
<p>Para setan ditemukan di setiap tempat yang di dalamnya manusia melakukan kesyirikan, bid&#8217;ah dan kemaksiatan. Tidaklah dilakukan kebid&#8217;ahan dan penyembahan kepada selain Allah Subhaanahu wat’ala, kecuali syaitan memiliki andil yang cukup besar di dalamnya dan terhadap para pelakunya.</p>
<p>10.Rumah-rumah yang di dalamnya dilakukan kemaksiatan</p>
<p>Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasalla, bersabda :</p>
<p>أن الملائكة لا تدخل بيتا فيه كلب ولا صورة</p>
<p>&#8221; Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar.&#8221; (HR. Al Bukhari: 3226 dan Muslim : 2106 dari hadits Abu Thalhah dan Aisyah Radhiyallahu &#8216;anhuma dan datang pula dari para sahabat yang lain).</p>
<p>Jika malaikat tidak masuk ke dalam rumah, maka syaitanlah yang masuk adalah syaitan karena malaikat adalah tentara-tentara Allah Subhaanahu wata’ala yang diutus untuk menjaga kaum mukminin dan menolak kemudharatan dari mereka. Termasuk kebodohan adalah jika seorang muslim mengusir malaikat dari rumahnya yang menyebabkan masuknya jin dan setan ke dalamnya. Maka makmurkanlah rumah itu dengan dzikir kepada Allah Subhaanhu wata’ala, ibadah, dan membaca Al Qur&#8217;an. Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda :</p>
<p>لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة</p>
<p>&#8220;Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai pekuburan karena sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surat Al Baqarah.&#8221; (HR. Muslim (780), Ahmad (2/337), Tirmidzi (2877) dan selainnya).</p>
<p>11.Pasar-pasar</p>
<p>Telah datang dari Salman radiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (2451) dan selainnya berkata :</p>
<p>لا تكونن إن استطعت أول من يدخل السوق ولا آخر من يخرج منها فإنها معركة الشيطان وبها ينصب رايته</p>
<p>&#8221; Janganlah engkau menjadi orang pertama yang masuk pasar jika engkau mampu dan jangan pula menjadi orang paling terakhir yang keluar darinya pasar karena pasar itu adalah tempat peperangan para syaitan dan disanalah ditancapkan benderanya.&#8221;</p>
<p>Ucapan ini memiliki hukum marfu (disandarkan kepada Rasululla Shallallohu ‘alaihi wasallam, pen). Yang dimaksud dengan ا لمعر كة dalam kata &#8221; معركة الشيطان &#8221; adalah tempat peperangan para syaitan dan mereka menjadikan pasar sebagai tempat perang tersebut karena dia mengalahkan mayoritas penghuninya disebabkan karena mereka lalai dari dzikrullah dan gemar melakukan kemaksiatan.</p>
<p>Dan ucapannya &#8221; وبها ينصب رايته &#8221; (dan dengannya dipasang benderanya), merupakan isyarat ditemukannya para syaitan untuk mengadu domba sesama manusia.</p>
<p>Oleh karena itu, pasar merupakan tempat yang dibenci oleh Alla Subhaanahu wata’ala. Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>أ حب البلا د إلى الله مساجدها وأبغض البلا د إلى الله أ سواقها</p>
<p>&#8221; Tempat yang paling disukai oleh Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar.&#8221;</p>
<p>Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (671) dan selainnya dari hadits Abu Hurairah radiyallohu ‘anhu. Demikianlah para setan berkumpul di tempat-tempat yang di dalamnya gemar dilakukan perbuatan maksiat dan kemungkaran.</p>
<p>12.Jin dan para setan berkeliaran di jalan-jalan dan lorong-lorong. Dalam hadits Riwayat Bukhari (3303) dan Muslim (2012) dari Jabir radiyallohu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda :</p>
<p>إذا كان جنح الليل فكفوا صبيانكم فإن للجن انتشارا وخطفة وأطفئوا المصابيح عند الرقاد فإن الفويسقة ربما اجترت الفتيلة فأحرقت أهل البيت</p>
<p>&#8221; Jika telah datang malam, maka cegahlah anak-anak kalian untuk keluar karena sesungguhnya jin itu berkeliaran dan melakukan penculikan. Matikan lentera di saat tidur karena sesungguhnya binatang fasik (tikus, pen) itu kadang menarik sumbu lampu sehingga membakar penghuni rumah tersebut&#8221;.<br />
Sumber : http://www.salafybpp.com/</p>
<p>http://www.darussalaf.or.id/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=391&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/03/07/tempat-tinggal-syaiton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:UXksX7IhcTO_NM" medium="image">
			<media:title type="html">kuburan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VALENTINE&#8217;s DAY, MERUSAK GENERASI ISLAM</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/02/02/valentines-day-merusak-generasi-islam/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/02/02/valentines-day-merusak-generasi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 12:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NASEHAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh ibnu salim di/pada Februari 11, 2009 Oleh : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Bin Mukhtar As-Sidawi 14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendewa Valentine’s Day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan kasih saying kepada orang yang diinginkan. Ada yang menyatakan perasaannya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=388&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditulis oleh <a href="http://alqiyamah.wordpress.com/">ibnu salim</a> di/pada Februari 11, 2009</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <!--[if gte mso 10]&gt;--></p>
<p><em>Oleh : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Bin Mukhtar As-Sidawi</em></p>
<p>14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendewa Valentine’s Day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan kasih saying kepada orang yang diinginkan. Ada yang menyatakan perasaannya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik, dan yang paling banyak adalah yg menyatakan kepada kekasihnya. Pada hari itu pula mereka mengirimkan kartu atau hadiah bertuliskan “Be my Valentine” (jadilah Valentine-ku) atau sana artinya “Jadilah kekasihku”<span id="more-388"></span></p>
<p>Di Indonesia, sejak era 1980-an, perayaan Hari Valentine ini makin memprihatinkan. Jika kita masuk took buku atau semisalnya di bulan Februari, akan tampak rak-rak yang berjajar berisikan beragam kartu ucapan Valentine’s Day. Tak mau kalah, took-toko souvenir pun mulai menjajakan aneka kado bertema Valentine’s Day. Mal dan supermarket juga menghias seluruh ruangan dengan warna-warni pink dan biru lembut, dengan hiasan-hiasan berbentuk hati dan pita di mana-mana. Hamper semua media cetak dan elektronik pun menjadi penggesa program misterius ini.</p>
<p>Dengan berpikir sedikit sajakita dapat mengetahui bahwa perayaan aneh ini tidak lepas dari trik bisnis para pengusaha tempat hiburan, pengusaha hotel, perangkai bunga, dan lainnya. Akhirnya jadilah perayaan Valentine sebagai perayaan bisnis yang bermuara pada perusakan aqidah dan akhlak pemuda islam (khususnya). Saatnya kita bertanya pada diri kita masing-masing, apa yang sudah kita lakukan dalam penyelamatan generasi penerus kita?</p>
<p><strong>Sekilas Sejarah Valentine’s Day</strong></p>
<p>Ribuan literature yang menyebutkan sejarah hari Valentine masih berbeda pendapat. Ada banyak versi tentang asal-usul perayaan Valentine ini. Yang paling popular adalah kisah Valentinus (St. Valentine) yang diyakini hidup pada masa Claudius II yang kemudian menemui ajal pada 14 Februari 269 M. Namun kisah ini ada beberapa versi lagi.</p>
<p>Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menilik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganism (dewa-dewi) Romawi Kuno. Pada waktu itu ada sebuah perayaan yang disebut Lupercalia. Didalamnya terdapat rangkaian upacara penyucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk Dewi Cinta, Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang dan menjadi objek hiburan.</p>
<p>Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan Dewa Lupercalia terhadap gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda memecut orang dengankulit binatang dan wanita berebut untuk di pecut karena menganggap pecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Diantara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I. Kemudian agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Galasius menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’ Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari.</p>
<p>Jadi diri St.Valentine sendiri masih diperdebatkan para sejarawan. Saat ini, sekurang-kurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal opada tanggal 14 Februari. Diantaranya ada kisah menceritakan bahwa kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat didalam medan peperangan daripada yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda menikah. Tindakan Kaisar itu mendapatkan tantangan dari St.Valentinenyang secara diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan di hokum gantung pada 14 Februari 269 M.</p>
<p>Dapat kita tarik kesimpulan :</p>
<p>1. Valentine’s Day berakat dari upacara keagamaan ritual Romawi Kuno untuk menyembah dewa mereka yang dilakukan dengan penuh kesyirikan.</p>
<p>2. Upacara yang biasa dilaksanakan pada 15 Februari tersebut, pada tahun 496 oleh Paus Galasius I diganti menjadi 14 Februari.</p>
<p>3. Agar dunia menerima, hari itu disamarkan dengan nama “hari kasih saying” yang kini telah tersebar di berbagai negeri, termasuk negeri-negeri Islam.</p>
<p><strong>Jangan Ikuti Budaya Kafir</strong></p>
<p>Begitulah wahai saudaraku seiman, Hari Valentine berasal dari mitos zaman Romawi yang seluruhnya tidak lain adalah bersumber dari paganism syirik, penyembahan berhala dan penghormatan kepada Pastor. Selain itu, perayaan Valentine’s Day adalah salah satu maker orang-orang Yahudi yang diseludupkan kedalam tubuh umat islam supaya diikuti. Jadi, perayaan Valentine’s Day adalah salah satu upacara yang diadakan orang kafir dan orang-orang bergelimang dosa dalam rangka berbuat maksiat, mengumbar syahwat dan memenuhi hawa nafsu belaka.</p>
<p>Di Bandung, 12 Februari 2005, Studio Carton Multi Kreasi menggelar acara lomba menjijikkan yang diadopsi dari amerika [1]. Arini dari Muri menyatakan bahwa lomba serupa pernah digelar pada Desember 2001 di New York AS. Mengapa masih banyak pemuda-pemudi Islam tertipu dan ikut-ikutan membeo budaya orang-orang kafir tersebut? Ingatlah wahai kaum muslimin, musuh-musuh Islam selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan kalian dari ajaran agama kalian!</p>
<p>Alloh Ta’ala berfirman :</p>
<p>“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”….(QS.Al-Baqoroh [2]:120)</p>
<p>Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rahimahullau Ta’ala dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam :</p>
<p>“Sungguh kalian akan mengikuti sunnah perjalanan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga mereka memasuki lubang dhab (hewan sejenis biawak di Arab) mereka berkata, “Wahai Rasulullah apakah mereka Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR.Bukhari 7325 dan Muslim 2669)</p>
<p>Syaikh Sulaiman bin Abdullah Alu Syaikh Rahimahullahu Ta’ala berkata “hadist ini merupakan mukjizat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam karena sungguh mayoritas umatnya kini telah mengikuti sunnah perjalanan kaum Yahudi dan Nasrani dalam gaya hidup, berpakaian, Syi’ar-Syi’ar agama, dan adat-istiadat. Dan hadist ini lafazhnya berupa kabar yang berarti larangan mengikuti jalan-jalan selain agama Islam[2].</p>
<p><strong>Menyoroti Valentine’s Day</strong></p>
<p>Setiap Februari menjelang, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak yang mendengar bahwa Valentine adalah salah satu hari raya umat kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak mereka pedulikan. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan sperti itu?</p>
<p>Lajnah Da’imah Arab Saudi pernah ditanya tentang perayaan Valentine’s Day, mengucapkan ucapan tentang Valentine’s Day, memberikan hadiah dan menyediakan alat-alat untuknya, lantas dijawab oleh lajnah :</p>
<p>“Dalil-dalil yang jelas dari Al Qur’an dan Sunnah serta kesepakatan Ulama salaf telah menegaskan bahwa perayaan dalam Islam hanya ada dua, Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun perayaan-perayaan lainnya yang berkaitan dengan tokoh, kelompok, atau kejadian tertentu adalah perayaan yang diada-adakan[3]. Tidak boleh umat Islam merayakannya, menyetujuinya, menampakkan kegembiraan padanya, atau membantu kelancarannya karena hal itu berarti melanggar hokum Allah yang merupakan suatu tindak kedzaliman. Dan bila perayaan tersebut merupakan perayaan orang kafir maka makin parah dosanya sebab hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) mereka dan termasuk bentuk loyalitas kepada mereka, sedangkan Allah dalam Al Qur’an yang mulia telah melarang kaum mukminin menyerupai orang-orang kafir dan loyal kepada mereka. Juga , telah shohih bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :</p>
<p>“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari kaum tersebut.” (HR.Abu Dawud : 4031, Ahmad : 2/50, 92 dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul-Gholil : 1269)</p>
<p>Perayaan Valentine’s Day termasuk hal yang diatas karena termasuk perayaan penyembah berhala dan umat Nasrani. Maka tidak boleh umat islam yang beriman kepada Allah dan hari akhir ikut merayakannya, menyetujuinya, dan mengucapkan selamat untuknya. Bahkan yang wajib adalah meninggalkannya dan menjauhinya sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi sebab kemurkaan Allah. Sebagaimana pula diharamkan membantu semaraknya acara ini atau perayaan-perayaan haram lainnya baik dalam jual beli, mengirim kartu, mencetak, mensponsori, dan sebagainya karena semua itu termasuk tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>“….Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…..” (QS.Al-Maidah [5]:2) [4]</p>
<p>Syaikh Muhammad Al-‘Utsaimin rahimahullu menyebutkan beberapa dampak negative perayaan Valentine’s Day. Beliau berkata dalam fatwa yang beliau tanda tangani bertanggal 5 Dzulqo’dah 1420H :</p>
<p>“Perayaan ini tidak boleh karena alasan berikut :</p>
<p>Pertama. Valentine’s Day hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam.</p>
<p>Kedua. Merayakan Valentine’s Day dapat menyebabkan cinta yang semu.</p>
<p>Ketiga. Menyebutkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para shalafus shalih.</p>
<p>Maka tidak halal melakukan ritual hari raya dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah, ataupun yang lainnya. Hendaklah setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, bukan malah menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.” [5]</p>
<p>Dampak buruk lainnya, terhapuslah nilai-nilai Islam serta memperbanyak jumlah mereka dengan mendukung dan mengikuti agama mereka.</p>
<p>Alhasil, hendaklan kaum muslimin sekarang ini mengetahui dan berhati-hati terhadap propaganda yang diserukan oleh orang-orang kafir yang berusaha menjauhkan kaum muslimin dari ajaran Islam dan melegalkan ajarannya yang sesat lagi menyesatkan.</p>
<p><strong>Valentine, Hari Cinta?</strong></p>
<p>Dikatakan, Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih saying dan cinta. Benarkah demikian? Salah, bahkan pernyataan itu sangat memprihatinkan! Bukankah dengan demikian seolah-olah Islam tidak mengenal cinta kasih, padahal dalam Islam ajaran cinta kasih memiliki kedudukan tersendiri dengan skala prioritas sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqoroh [2]:165, At-Taubah [9]-24, Al-Fath [48]:29, dan Al-Ma’idah [5]:54.</p>
<p>Kelihaian dan kelicikan musuh Islam untuk menipu umat islam patut diacungi jempol. Valentine’s Day yang berbau syirik pun bias terbungkus dan terpoles rapi hingga diminati dan digandrungi oleh generasi muda Islam yang tidak memiliki kekuatan ilmu agama.</p>
<p>Sesungguhnya cinta dalam Valentine’s Day hanyalah cinta semua yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Oleh karenanya, perhatikanlah bagaimana Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh pemuka agama-agama lainnya. Di India misalnya, pernah diberitakan bahwa sejumlah aktivis dan pemuka agama hindu berkumpul di Bombay pada Sabtu, 14 Februari 2004. Dengan lantang mereka menyerukan agar tidak ikut-ikutan merayakan Valentine’s Day yang menganjurkan dekadensi moral dan merusak tradisi India. Seorang aktivis berteriak : ‘Valentine’s Day bukan bagian dari kepribadian dan tradisi agama kita. Selain itu, apa yang diajarkan oleh Valentine’s Day itu sungguh-sungguh akan merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat warga India. Janganlah ikut-ikutan barat!!” [6]</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Valentine’s Day merupakan hari raya orang kafir yang penuh kesyirikan. Tidak boleh umat Islam ikut-ikutan merayakannya, mengucapkan selamat kepada yang merayakannya dan membantu memeriahkannya dengan memperdagangkan alat-alat yang digunakan. Wajib umat Islam menghindari kemurkaan Allah. Allahu A’lam.[]</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<p>1. Fataw ulama’ Baladil Haram, dikumpulkan oleh Kholid bin Abdurrahman Al-Juraisi, cet. Ke-1, 1420 H</p>
<p>2. Valentine’s Day, Rizki Ridyasmara, pustaka Al-Kautsar, cet.ke-4, Februari 2008</p>
<p>3. Fikih Konteporer, Dr,Setiawan Budi Utomo, Pustaka Saksi, cet,ke-1, Oktober 2000</p>
<p>4. Buletin Al Furqon, Th.2 Vol.10.No.1/Shofar 1429H</p>
<p><strong>Note :</strong></p>
<p>[1] Harian Pikiran Rakyat 13 Februari 2005</p>
<p>[2] Taisir Aziz Al Hamid hlm.32</p>
<p>[3] Al-Hafizh Ibnu Rajab Rahimahullah berkata : “Sesungguhnya perayaan tidaklah diadakan berdasarkan logika dan akal sebagaimana dilakukan oleh ahli kitab sebelum kita melainkan berdasarkan syari’at dan dalil.” (Fathul-Bari : 1/159, Tafsir Ibnu Rojab : 1/390)</p>
<p>[4] Fatawa Lajnah Da’imah Lil-Buhuts Ilmiyah Wal-Ifta’ : 21203 tgl.22/11/1420</p>
<p>[5] Majmu’ Fatawa Wa Rosa’il kar.Syaikh Ibnu ‘Utsaimin : 16/199-200. Lihat pula Fatawa Ulama’ Baladil-Haram hlm.1022-1024 dan As-Sunan Wal-Mubatada’at Fil-A’yad hlm.52 kar.Dr.Abdurrohman bin Sa’ad Asy-Syisyri</p>
<p>[6] Kantor Berita Reuters 12 Februari 2005</p>
<p>–</p>
<p><strong>Sumber :</strong></p>
<p>Diketik ulang dari Majalah Al Furqon Edisi 06 th.ke-8 Muharrom 1430 / Jan 2009 hlm.37-39</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=388&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/02/02/valentines-day-merusak-generasi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download CHM Bermanfaat^^</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/02/02/download-chm-bermanfaat/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/02/02/download-chm-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 12:30:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[1. Ringkasan Silsilah Hadit Dhoif 2. Kumpulan Do&#8217;a &#38; Dzikir dari Al-Quran dan Assunah<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=385&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ziddu.com/download/8411894/Ringkasan_Silsilah_Hadits_Dlaif.CHM.html" target="_blank">1. Ringkasan Silsilah Hadit Dhoif</a></p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/8411893/anDzikirDariAlQurandanAsSunnah-SaidbinAliAlQathani.chm.html" target="_blank">2. Kumpulan Do&#8217;a &amp; Dzikir dari Al-Quran dan Assunah</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/385/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=385&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/02/02/download-chm-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WANITA&#8230; BERPAKAIAN TAPI TELANJANG</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/02/02/wanita-berpakaian-tapi-telanjang/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/02/02/wanita-berpakaian-tapi-telanjang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 11:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NASEHAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=382&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<div>صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا</div>
<p>“<em>Ada d</em><em>ua</em><em> golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] <strong>para wanita yang berpakaian tapi telanjang</strong>, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan </em><em>sekian</em><em> dan </em><em>sekian</em>.” (HR. Muslim no. 2128)<span id="more-382"></span></p>
<p>Hadits ini merupakan tanda mukjizat kenabian. Kedua golongan ini sudah ada di zaman kita saat ini. Hadits ini sangat mencela dua golongan semacam ini. Kerusakan seperti ini tidak muncul di zaman Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>karena sucinya zaman beliau, namun kerusakan ini baru terjadi setelah masa beliau hidup (Lihat <em>Syarh Muslim</em>, 9/240 dan <em>Faidul Qodir</em>, 4/275). <em>Wahai Rabbku. Dan zaman ini lebih nyata lagi terjadi dan kerusakannya lebih parah. </em></p>
<h1><strong>Saudariku, pahamilah makna ‘<em>kasiyatun ‘ariyatun</em>’</strong></h1>
<p>An Nawawi dalam <em>Syarh Muslim</em> ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna <em>kasiyatun ‘ariyatun</em>.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Makna pertama</strong>: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Makna kedua</strong>: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Makna ketiga</strong>: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Makna keempat</strong>: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat <em>Syarh Muslim</em>, 9/240)</p>
<p>Pengertian yang disampaikan An Nawawi di atas, ada yang bermakna konkrit dan ada yang bermakna maknawi (abstrak). Begitu pula dijelaskan oleh ulama lainnya sebagai berikut.<br />
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna <em>kasiyatun ‘ariyatun</em> adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (<em>Jilbab Al Mar’ah Muslimah</em>, 125-126)</p>
<p>Al Munawi dalam <em>Faidul Qodir</em> mengatakan mengenai makna <em>kasiyatun ‘ariyatun</em>, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.” (<em>Faidul Qodir, </em>4/275)</p>
<p>Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna <em>kasiyatun ‘ariyatun</em> ada tiga makna.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>: wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Kedua</strong>: wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Ketiga</strong>: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (<em>Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain</em>, 1/1031)<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Kesimpulannya</strong> adalah <em>kasiyatun ‘ariyat</em> dapat kita maknakan: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.</p>
<h1><strong>Tidakkah Engkau Takut dengan Ancaman Ini</strong></h1>
<p>Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memakaian pakaian tetapi sebenarnya telanjang, dikatakan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “<em>wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan </em><em>sekian</em><em> dan </em><em>sekian</em>.”<br />
Perhatikanlah saudariku, ancaman ini bukanlah ancaman biasa. Perkara ini bukan perkara sepele. Dosanya bukan hanya dosa kecil. Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Wanita seperti ini dikatakan tidak akan masuk surga dan bau surga saja tidak akan dicium. Tidakkah kita takut dengan ancaman seperti ini?</p>
<p>An Nawawi rahimahullah menjelaskan maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘<em>wanita tersebut tidak akan masuk surga</em>’. Inti dari penjelasan beliau rahimahullah:<br />
Jika wanita tersebut menghalalkan perbuatan ini yang sebenarnya haram dan dia pun sudah mengetahui keharaman hal ini, namun masih menganggap halal untuk membuka anggota tubuhnya yang wajib ditutup (atau menghalalkan memakai pakaian yang tipis), maka wanita seperti ini kafir, kekal dalam neraka dan dia tidak akan masuk surga selamanya.<br />
Dapat kita maknakan juga bahwa wanita seperti ini tidak akan masuk surga untuk pertama kalinya. Jika memang dia ahlu tauhid, dia nantinya juga akan masuk surga. <em>Wallahu Ta’ala a’lam. </em>(Lihat <em>Syarh Muslim</em>, 9/240)</p>
<p>Jika ancaman ini telah jelas, lalu kenapa sebagian wanita masih membuka auratnya di khalayak ramai dengan memakai rok hanya setinggi betis? Kenapa mereka begitu senangnya memamerkan paha di depan orang lain? Kenapa mereka masih senang memperlihatkan rambut yang wajib ditutupi? Kenapa mereka masih menampakkan telapak kaki yang juga harus ditutupi? Kenapa pula masih memperlihatkan leher?!<br />
<em></em></p>
<p><em>Sadarlah, wahai saudariku! Bangkitlah dari kemalasanmu! Taatilah Allah dan Rasul-Nya! Mulailah dari sekarang untuk merubah diri menjadi yang lebih baik &#8230;.</em></p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel http://rumaysho.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=382&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/02/02/wanita-berpakaian-tapi-telanjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AFTA, Bencana atau Peluang?</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/23/afta-bencana-atau-peluang/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/23/afta-bencana-atau-peluang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 06:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Bacaan aja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Berita heboh yang semakin menusuk para pedagang dan produsen dalam negeri muncul lagi. keringat dingin para pedagang dan produsen local semakin mengucur melihat bayangan perdagangan bebas ASIA yang menyongsong mereka di tahun 2010 nanti. AFTA (ASEAN Free Trade Area), adalah hasil dari kesepakatan negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=376&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berita heboh yang semakin menusuk para pedagang dan produsen dalam negeri muncul lagi. keringat dingin para pedagang dan produsen local semakin mengucur melihat bayangan perdagangan bebas ASIA yang menyongsong mereka di tahun 2010 nanti.<span id="more-376"></span> AFTA (ASEAN Free Trade Area), adalah hasil dari kesepakatan negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta  serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. Berawal pada tahun 1992, lalu diberlakukan secara penuh untuk negara-negara ASEAN pada taun 2002, dan kini Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand secara resmi akan memberlakukan AFTA pada tahun 2010.<br />
Sistem perdagangan ini meniadakan hambatan tarif (bea masuk 0-5%) maupun hambatan non tarif bagi negara-negara anggota ASEAN, melalui skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area ( CEPT-AFTA), suatu skema yang digunakan untuk mewujudkan AFTA melalui penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dilihat dari sistematika perdagangan yang demikian, maka pasti akan banyak pendapat yang memandang dengan pesimis bahwa dikawatirkan akan terjadi goncangan besar dalam kondisi perdagangan local. Banyak dari pengusaha, baik para pedagang, produsen atau pengusaha local harus siap dengan hempasan ombak persaingan pasar bebas yang lebih besar dari sebelumnya. Yang lebih megejutkan adalah bergabungnya China pada tahun 2010 nanti yang lebih memperparah tingkat kompetisi. padahal tanpa AFTA pun, pedagang dan produsen lokal sudah menghadapi banyak kompetitor dan atmosfir persaingan yang tinggi, belum lagi nanti kalau China benar-benar pergabung dalam AFTA, ada kemungkinan akan banyak sektor-sektor usaha perdagangan baik skala besar maupun kecil yang akan gulung tikar karena ketatnya persaingan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini kita mengenal produk-produk China sebagai produk yang sangat murah meriah, meng-global, dan hampir ada disemua kalangan profesi. Meski kebanyakannya adalah produk plagiat, namun harganya yang murah sangat sinkron dengan kebutuhan masyarakat indonesia. Coba bayangkan apa jadinya jika produk-produk yang murah tadi, ternyata akan menjadi lebih murah lagi setelah AFTA resmi diberlakukan, apa jadinya para produsen dan pedagang dalam negeri? yang ada adalah monopoli perdagangan oleh negara lain, semakin menciutnya mental pengusaha local, dan memaksa pergerakan ekonomi local dalam sektor perdagangan untuk menelan mentah-mentah situasi persaingan yang belum bisa terantisipasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, apakah benar fenomena datangnya AFTA hanya disimpulkan dengan hipotesa yang demikian? <span style="color:#ff0000;"><strong>TENTU TIDAK ^^</strong></span><span style="color:#000000;">. Coba kita lihat kondisi ini dri sisi yang lain!! Kita siapkan (set) pikiran kita pada kawasan mainset nya para entepreneur sejati (hehehe&#8230;). Kita pastikan disini bahwa pada kenyataanya, dari berbagai studi perdagangan dan perhitungan para ahli, INDONESIA masih punya daya saing untuk menghadapi kompetitor sekelas China (yakinlah akan hal itu). </span>Badan tenaga kerja PBB-ILO mencatat, produktifitas kerja Indonesia berada di peringkat ke-59 dunia, sedangkan Cina di posisi ke-31. Masuknya Cina dalam perdagangan bebas ini, harus dilihat dari dua sisi, ancaman juga sebagai peluang. Merujuk kinerja ekonomi tahun 2009, pemerintah memang optimis, laju perekonomian nasional akan mampu menghadapi goncangan ekonomi global. amun, fakta yang menarik adalah ertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 mencapai 4,3 sampai 4,4 persen, yang merupakan peringkat ketiga dunia, dan akan meningkat lagi di tahun 2010. Demikian juga dengan inflasi, di mana selama 2009 dapat dikendalikan hingga 3 persen, yang merupakan inflasi terendah dalam 10 tahun terakhir.  oleh karena itu, presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimis, tahun 2010 dan di tahun-tahun mendatang, perekonomian Indonesia akan terus mengalami kemajuan, termasuk mencapai target-target pertumbuhan ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, pemberlakuan AFTA tidak seharsnya membuat para pedagang dalam negeri pesimis. Namun dengan menganggapnya sebagai medan persaingan dan peluang besar, jadikanlah AFTA sebagai sarana untuk lebih maju. Membuktikan pada negara lain bahwa Indonesia adalah negara yang mempunyai daya saing kuat dalam sektor perdagangan. Dan potensi yang demikian bukannya tidak mungkin (^^).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=376&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/23/afta-bencana-atau-peluang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Kenal ULAMA Kita!!-biografi singkat ulama ahlussunnah</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/20/mari-kita-kenal-ulama-kita-biografi-singkat-ulama-ahlussunnah/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/20/mari-kita-kenal-ulama-kita-biografi-singkat-ulama-ahlussunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 22:50:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[ULAMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Beliau adalah Pembaharu Islam (mujadid) pada abad ini. Karya dan jasa-jasa beliau cukup banyak dan sangat membantu umat Islam terutama dalam menghidupkan kembali ilmu Hadits. Beliau telah memurnikan Ajaran islam terutama dari hadits-hadits lemah dan palsu, meneliti derajat hadits. Nasab (Silsilah Beliau) Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=349&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#800080;"><span style="text-decoration:underline;">Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani</span></span></h2>
<div>
<div>
<p>Beliau adalah Pembaharu Islam (mujadid) pada abad ini. Karya dan jasa-jasa beliau cukup banyak dan sangat membantu umat Islam terutama dalam menghidupkan kembali ilmu Hadits. Beliau telah memurnikan Ajaran islam terutama dari hadits-hadits lemah dan palsu, meneliti derajat hadits.</p>
<p>Nasab (Silsilah Beliau)</p>
<p>Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. <span id="more-349"></span>Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota Albania yang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu. Ayah al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari`at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho naik tahta di Albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.</p>
<p>Setiba di Damaskus, Syeikh al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa arab. Beliau masuk sekolah pada madrasah yang dikelola oleh Jum`iyah al-Is`af al-Khairiyah. Beliau terus belajar di sekolah tersebut tersebut hingga kelas terakhir tingkat Ibtida`iyah. Selanjutnya beliau meneruskan belajarnya langsung kepada para Syeikh. Beliau mempelajari al-Qur`an dari ayahnya sampai selesai, disamping itu mempelajari pula sebagian fiqih madzab Hanafi dari ayahnya.</p>
<p>Syeikh al-Albani juga mempelajari keterampilan memperbaiki jam dari ayahnya sampai mahir betul, sehingga beliau menjadi seorang ahli yang mahsyur. Ketrampilan ini kemudian menjadi salah satu mata pencahariannya.</p>
<p>Pada umur 20 tahun, pemuda al-Albani ini mulai mengkonsentrasi diri pada ilmu hadits lantaran terkesan dengan pembahasan-pembahsan yang ada dalam majalah al-Manar, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Kegiatan pertama di bidang ini ialah menyalin sebuah kitab berjudul al-Mughni `an Hamli al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ishabah min al-Akhbar. Sebuah kitab karya al-Iraqi, berupa takhrij terhadap hadits-hadits yang terdapat pada Ihya` Ulumuddin al-Ghazali. Kegiatan Syeikh al-Albani dalam bidang hadits ini ditentang oleh ayahnya seraya berkomentar. Sesungguhnya ilmu hadits adalah pekerjaan orang-orang pailit (bangkrut).</p>
<p>Namun Syeikh al-Albani justru semakin cinta terhadap dunia hadits. Pada perkembangan berikutnya, Syeikh al-Albani tidak memiliki cukup uang untuk membeli kitab-kitab. Karenanya, beliau memanfaatkan Perpustakaan adh-Dhahiriyah di sana (Damaskus). Di samping juga meminjam buku-buku dari beberapa perpustakaan khusus. Begitulah, hadits menjadi kesibukan rutinnya, sampai-sampai beliau menutup kios reparasi jamnya. Beliau lebih betah berlama-lama dalam perpustakaan adh-Dhahiriyah, sehingga setiap harinya mencapai 12 jam. Tidak pernah istirahat mentelaah kitab-kitab hadits, kecuali jika waktu sholat tiba. Untuk makannya, seringkali hanya sedikit makanan yang dibawanya ke perpustakaan.</p>
<p>Akhirnya kepala kantor perpustakaan memberikan sebuah ruangan khusus di perpustakaan untuk beliau. Bahkan kemudiaan beliau diberi wewenang untuk membawa kunci perpustakaan. Dengan demikian, beliau menjadi leluasa dan terbiasa datang sebelum yang lainnya datang. Begitu pula pulangnya ketika orang lain pulang pada waktu dhuhur, beliau justru pulang setelah sholat isya. Hal ini dijalaninya sampai bertahun-tahun.</p>
<p>Pengalaman Penjara</p>
<p>Syeikh al-Albani pernah dipenjara dua kali. Kali pertama selama satu bulan dan kali kedua selama enam bulan. Itu tidak lain karena gigihnya beliau berdakwah kepada sunnah dan memerangi bid`ah sehingga orang-orang yang dengki kepadanya menebarkan fitnah.</p>
<p>Beberapa Tugas yang Pernah Diemban</p>
<p>Syeikh al-Albani Beliau pernah mengajar di Jami`ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah) selama tiga tahun, sejak tahun 1381-1383 H, mengajar tentang hadits dan ilmu-ilmu hadits. Setelah itu beliau pindah ke Yordania. Pada tahun 1388 H, Departemen Pendidikan meminta kepada Syeikh al-Albani untuk menjadi ketua jurusan Dirasah Islamiyah pada Fakultas Pasca Sarjana di sebuah Perguruan Tinggi di kerajaan Yordania. Tetapi situasi dan kondisi saat itu tidak memungkinkan beliau memenuhi permintaan itu. Pada tahun 1395 H hingga 1398 H beliau kembali ke Madinah untuk bertugas sebagai anggota Majelis Tinggi Jam`iyah Islamiyah di sana. Mandapat penghargaan tertinggi dari kerajaan Saudi Arabia berupa King Faisal Fundation tanggal 14 Dzulkaidah 1419 H.</p>
<p>Beberapa Karya Beliau</p>
<p>Karya-karya beliau amat banyak, diantaranya ada yang sudah dicetak, ada yang masih berupa manuskrip dan ada yang mafqud (hilang), semua berjumlah 218 judul. Beberapa Contoh Karya Beliau yang terkenal adalah :</p>
<p>1. Adabuz-Zifaf fi As-Sunnah al-Muthahharah<br />
2. Al-Ajwibah an-Nafi`ah `ala as`ilah masjid al-Jami`ah<br />
3. Silisilah al-Ahadits ash Shahihah<br />
4. Silisilah al-Ahadits adh-Dha`ifah wal maudhu`ah<br />
5. At-Tawasul wa anwa`uhu<br />
6. Ahkam Al-Jana`iz wabida`uha</p>
<p>Di samping itu, beliau juga memiliki kaset ceramah, kaset-kaset bantahan terhadap berbagai pemikiran sesat dan kaset-kaset berisi jawaban-jawaban tentang pelbagai masalah yang bermanfaat.</p>
<p>Selanjutnya Syeikh al-Albani berwasiat agar perpustakaan pribadinya, baik berupa buku-buku yang sudah dicetak, buku-buku foto copyan, manuskrip-manuskrip (yang ditulis oleh beliau sendiri ataupun orang lain) semuanya diserahkan ke perpustakaan Jami`ah tersebut dalam kaitannya dengan dakwah menuju al-Kitab was Sunnah, sesuai dengan manhaj salafush Shalih (sahabat nabi radhiyallahu anhum), pada saat beliau menjadi pengajar disana.</p>
<p>Wafatnya</p>
<p>Beliau wafat pada hari Jum`at malam Sabtu tanggal 21 Jumada Tsaniyah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yoradania. Rahimallah asy-Syaikh al-Albani rahmatan wasi`ah wa jazahullahu`an al-Islam wal muslimiina khaira wa adkhalahu fi an-Na`im al-Muqim.</p>
<p>Sumber: http://ahlulhadist.wordpress.com//?p=11</p>
<h2><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz</span></span></h2>
<div>
<div>
<p><em>Penulis: Al Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim</em></p>
<p>Syaikh Bin Baz, menurut <a href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/biografi-asy-syaikh-muqbil-bin-hadi-al-wadi%e2%80%99i/">Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i</a>, adalah seorang tokoh ahli fiqih yang diperhitungkan di jaman kiwari ini, sebagaimana <a href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/syaikh-muhammad-nashiruddin-al-albani/">Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani</a> juga seorang ulama ahlul hadits yang handal masa kini. Untuk mengenal lebih dekat siapa beliau, mari kita simak penuturan beliau mengungkapkan data pribadinya berikut ini.</p>
<p>Syaikh mengatakan, “Nama lengkap saya adalah Abdul ‘Aziz Bin Abdillah Bin Muhammad Bin Abdillah Ali (keluarga) Baz. Saya dilahirkan di kota Riyadh pada bulan Dzulhijah 1330 H. Dulu ketika saya baru memulai belajar agama, saya masih bisa melihat dengan baik. Namun qodarullah pada tahun 1346 H, mata saya terkena infeksi yang membuat rabun. Kemudian lama-kelamaan karena tidak sembuh-sembuh mata saya tidak dapat melihat sama sekali. Musibah ini terjadi pada tahun 1350 Hijriyah. Pada saat itulah saya menjadi seorang tuna netra. Saya ucapkan alhamdulillah atas musibah yang menimpa diri saya ini. Saya memohon kepada-Nya semoga Dia berkenan menganugerahkan bashirah (mata hati) kepada saya di dunia ini dan di akhirat serta balasan yang baik di akhirat seperti yang dijanjikan oleh-Nya melalui nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam atas musibah ini. Saya juga memohon kepadanya keselamatan di dunia dan akhirat.</p>
<p>Mencari ilmu telah saya tempuh semenjak masa anak-anak. Saya hafal Al Qur’anul Karim sebelum mencapai usia baligh. Hafalan itu diujikan di hadapan Syaikh Abdullah Bin Furaij. Setelah itu saya mempelajari ilmu-ilmu syariat dan bahasa Arab melalui bimbingan ulama-ulama kota kelahiran saya sendiri. Para guru yang sempat saya ambil ilmunya adalah:</p>
<p>1. Syaikh Muhammad Bin Abdil Lathif Bin Abdirrahman Bin Hasan Bin Asy Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab, seorang hakim di kota Riyadh.<br />
2. Syaikh Hamid Bin Faris, seorang pejabat wakil urusan Baitul Mal, Riyadh.<br />
3. Syaikh Sa’d, Qadhi negeri Bukhara, seorang ulama Makkah. Saya menimba ilmu tauhid darinya pada tahun 1355 H.<br />
4. Samahatus Syaikh Muhammad Bin Ibrahim Bin Abdul Lathief Alu Syaikh, saya bermuzalamah padanya untuk mempelajari banyak ilmu agama, antara lain: aqidah, fiqih, hadits, nahwu, faraidh (ilmu waris), tafsir, sirah, selama kurang lebih 10 tahun. Mulai 1347 sampai tahun 1357 H.</p>
<p>Semoga Allah membalas jasa-jasa mereka dengan balasan yang mulia dan utama.</p>
<p>Dalam memahami fiqih saya memakai thariqah (mahdzab -red) Ahmad Bin Hanbal [1] rahimahullah. Hal ini saya lakukan bukan semata-mata taklid kepada beliau, akan tetapi yang saya lakukan adalah mengikuti dasar-dasar pemahaman yang beliau tempuh. Adapun dalam menghadapi ikhtilaf ulama, saya memakai metodologi tarjih, kalau dapat ditarjih dengan mengambil dalil yang paling shahih. Demikian pula ketika saya mengeluarkan fatwa, khususnya bila saya temukan silang pendapat di antara para ulama baik yang mencocoki pendapat Imam Ahmad atau tidak. Karena AL HAQ itulah yang pantas diikuti. Allah berfirman (yang artinya -red), “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah dia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul-Nya (As Sunnah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (An Nisa:59)”</p>
<p>TUGAS-TUGAS SYAR’I</p>
<p>” Banyak jabatan yang diamanahkan kepada saya yang berkaitan dengan masalah keagamaan. Saya pernah mendapat tugas sebagai:</p>
<p>1. Hakim dalam waktu yang panjang, sekitar 14 tahun. Tugas itu berawal dari bulan Jumadil Akhir tahun 1357 H.<br />
2. Pengajar Ma’had Ilmi Riyadh tahun 1372 H dan dosen ilmu fiqih, tauhid, dan hadits sampai pada tahun 1380 H.<br />
3. Wakil Rektor Universitas Islam Madinah pada tahun 1381-1390 H.<br />
4. Rektor Universitas Islam Madinah pada tahun 1390 H menggantikan rektor sebelumnya yang wafat yaitu Syaikh Muhammad Bin Ibrahim Ali Syaikh. Jabatan ini saya pegang pada tahun 1389 sampai dengan 1395 H.<br />
5. Pada tanggal 13 bulan 10 tahun 1395 saya diangkat menjadi pimpinan umum yang berhubungan dengan penelitian ilmiah, fatwa-fawa, dakwah dan bimbingan keagamaan sampai sekarang. Saya terus memohon kepada Allah pertolongan dan bimbingan pada jalan kebenaran dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.</p>
<p>Disamping jabatan-jabatan resmi yang sempat saya pegang sekarang, saya juga aktif di berbagai organisasi keIslaman lain seperti:</p>
<p>1. Anggota Kibarul Ulama di Makkah.<br />
2. Ketua Lajnah Daimah (Komite Tetap) terhadap penelitian dan fatwa dalam masalah keagamaan di dalam lembaga Kibarul Ulama tersebut.<br />
3. Anggota pimpinan Majelis Tinggi Rabithah ‘Alam Islami.<br />
4. Pimpinan Majelis Tinggi untuk masjid-masjid.<br />
5. Pimpinan kumpulan penelitian fiqih Islam di Makkah di bawah naungan organisasi Rabithah ‘Alam Islami.<br />
6. Anggota majelis tinggi di Jami’ah Islamiyah (universitas Islam -red), Madinah.<br />
7. Anggota lembaga tinggi untuk dakwah Islam yang berkedudukan di Makkah.</p>
<p>Mengenai karya tulis, saya telah menulis puluhan karya ilmiah antara lain:</p>
<p>1. Al Faidhul Hilyah fi Mabahits Fardhiyah.<br />
2. At Tahqiq wal Idhah li Katsirin min Masailil Haj wal Umrah Wa Ziarah (Tauhdihul Manasik – ini yang terpenting dan bermanfaat – aku kumpulkan pada tahun 1363 H). Karyaku ini telah dicetak ulang berkali-kali dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa (termasuk bahasa Indonesia -pent).<br />
3. At Tahdzir minal Bida’ mencakup 4 pembahasan (Hukmul Ihtifal bil Maulid Nabi wa Lailatil Isra’ wa Mi’raj, wa Lailatun Nifshi minas Sya’ban wa Takdzibir Ru’yal Mar’umah min Khadim Al Hijr An Nabawiyah Al Musamma Asy Syaikh Ahmad).<br />
4. Risalah Mujazah fiz Zakat was Shiyam.<br />
5. Al Aqidah As Shahihah wama Yudhadhuha.<br />
6. Wujubul Amal bis Sunnatir Rasul Sholallahu ‘Alaihi Wasallam wa Kufru man Ankaraha.<br />
7. Ad Dakwah Ilallah wa Akhlaqud Da’iyah.<br />
8. Wujubu Tahkim Syar’illah wa Nabdzu ma Khalafahu.<br />
9. Hukmus Sufur wal Hijab wa Nikah As Sighar.<br />
10. Naqdul Qawiy fi Hukmit Tashwir.<br />
11. Al Jawabul Mufid fi Hukmit Tashwir.<br />
12. Asy Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab (Da’wah wa Siratuhu).<br />
13. Tsalatsu Rasail fis Shalah: Kaifa Sholatun Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, Wujubu Ada’is Shalah fil Jama’ah, Aina Yadha’ul Mushalli Yadaihi hinar Raf’i minar Ruku’.<br />
14. Hukmul Islam fi man Tha’ana fil Qur’an au fi Rasulillah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.<br />
15. Hasyiyah Mufidah ‘Ala Fathil Bari – hanya sampai masalah haji.<br />
16. Risalatul Adilatin Naqliyah wa Hissiyah ‘ala Jaryanis Syamsi wa Sukunil ‘Ardhi wa Amakinis Su’udil Kawakib.<br />
17. Iqamatul Barahin ‘ala Hukmi man Istaghatsa bi Ghairillah au Shaddaqul Kawakib.<br />
18. Al Jihad fi Sabilillah.<br />
19. Fatawa Muta’aliq bi Ahkaml Haj wal Umrah wal Ziarah.<br />
20. Wujubu Luzumis Sunnah wal Hadzr minal Bid’ah.”</p>
<p>Sampai di sini perkataan beliau yang saya (Ustadz Ahmad Hamdani -red) kutip dari buku Fatwa wa Tanbihat wa Nashaih hal 8-13.</p>
<p>AKIDAH DAN MANHAJ DAKWAH</p>
<p>Akidah dan manhaj dakwah Syaikh ini tercermin dari tulisan atau karya-karyanya. Kita lihat misalnya buku Aqidah Shahihah yang menerangkan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, menegakkan tauhid dan membersihkan sekaligus memerangi kesyirikan dan pelakunya. Pembelaannya kepada sunnah dan kebenciannya terhadap kebid’ahan tertuang dalam karya beliau yang ringkas dan padat, berjudul At Tahdzir ‘alal Bida’ (sudah diterjemahkan -pent). Sedangkan perhatian (ihtimam) dan pembelaan beliau terhadap dakwah salafiyah tidak diragukan lagi. Beliaulah yang menfatwakan bahwa firqatun najiyah (golongan yang selamat -red) adalah para salafiyyin yang berpegang dengan kitabullah dan sunnah Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hal suluk (perilaku) dan akhlaq serta aqidah. Beliau tetap gigih memperjuangkan dakwah ini di tengah-tengah rongrongan syubhat para da’i penyeru ke pintu neraka di negerinya khususnya dan luar negeri beliau pada umumnya, hingga al haq nampak dan kebatilan dilumatkan. Agaknya ini adalah bukti kebenaran sabda Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam (yang artinya), “Akan tetap ada pada umatku kelompok yang menampakkan kebenaran (al haq), tidak memudharatkan mereka orang yang mencela atau menyelisihinya”</p>
<p>Foot note:</p>
<p>[1] Mahdzab secara istilah yakni mengikuti istilah-istilah Ahmad Bin Hanbal dalam mempelajari masalah fiqih atau hadits. Bukan Mahdzab syakhsyi yaitu mengambil semua hadits yang diriwayatkannya.</p>
<p>Sumber: SALAFY Edisi XXV/1418 H/1998 M hal 48-49<br />
Judul Asli: “Syaikh Bin Baz Mutjahid dan Ahli Fiqih Jaman Ini”</p>
<h2><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i</span></span></h2>
<p>Beliau adalah Muqbil bin Hadi bin Muqbil bin Qanidah Al-Hamadani Al-Wadi’i Al-Khallaaly dari kabilah Aalu Rasyid dan di timur Sha’dah dari lembah Dammaj. Pada permulaan mencari ilmu, beliau belajar pada sebuah jami’ Al-Hadi dan tak ada seorangpun pada waktu itu yang membantunya dalam thalabul ilmi. Selang beberapa waktu beliau pergi menuju Al-Haramain dan Najd.</p>
<p>Suatu ketika seorang penceramah memberinya nasihat tentang kitab-kitab yang ber-manfaat dan menunjukkannya pada Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadlush Shalihin, Fathul Majid dan memberinya satu nuskhah dari Kitab Tauhid. Beliau menekuni dan mempelajari buku-buku tersebut. Beberapa waktu kemudian beliau pulang ke negerinya dan mengingkari setiap apa yang dilihatnya yang menyelisihi tauhid dari penyembelihan yang diperuntukkan selain kepada Allah, membangun kubah di atas kuburan dan berdoa kepada orang-orang yang telah mati.</p>
<p>Ketika berita ini terdengar oleh orang-orang Syi’ah pada waktu itu, mereka mengatakan, “Barang-siapa yang mengubah ajaran agamanya, maka bunuhlah!” Sebagian dari mereka mengadukan kepada kerabat-kerabat Syaikh, “Jika kalian tidak melarangnya, maka kami akan memenjarakannya.” Setelah itu mereka memutuskan untuk memasukkannya kembali ke Jami’ Al-Hadi untuk belajar pada mereka dan menghilangkan syubhat-syubhat yang ada pada Syaikh (menurut anggapan mereka pent). Berkata Syaikh, “Ketika aku melihat kurikulum yang ditetapkan adalah Syi’ah Mu’tazilah maka aku putuskan untuk konsentrasi dalam ilmu nahwu.” Dan tatkala terjadi perubahan politik antara Republik dan Kerajaan (Yaman), beliau meninggalkan negerinya dan pergi ke Najran untuk ber-mulazamah kepada Abul Husain Majduddin Al-Muayyid dan men-dapatkan faedah darinya, terlebih khusus dalam bahasa Arab. Beliau tinggal di sana selama kurang lebih selama dua tahun, kemudian ber-’azzam untuk ber-rihlah (menempuh perjalanan pent) ke negeri Haramain dan Najd dan belajar pada sebuah madrasah tahfizh Al-Qur’an Al-Karim. Kemudian bertekad lagi untuk safar ke Makkah dan beliau menghadiri durus (halaqoh-halaqoh ilmu pent) di antaranya adalah Syaikh Yahya bin Utsman Al-Baqistani dan Syaikh Al-Qadhi Yahya Asywal dan Syaikh Abdurrazzaq Asy-Syahidi Al-Mahwithi. Lalu beliau masuk ke ma’had Al-Haram Al-Makki dan selesai dari tingkatan mutawasith dan tsanawi beliau pindah ke Madinah dan masuk ke Jami’ah Al-Islamiyah pada fakultas da’wah dan ushuluddin. Saat tiba waktu liburan Syaikh merasa takut kehilangan waktunya, sehingga beliau mengikutsertakan dirinya pada fakultas syari’ah untuk menambah ilmu. Karena materi-materinya saling berdekatan dan sebagiannya sama, maka hal itu dianggap sebagai murajaah (pengulangan) atas yang beliau pelajari di fakultas da’wah.</p>
<p>Selesai dari dua fakultas ini, Syaikh berkata, “Aku diberi dua ijazah, namun alhamdulillah aku tidak menghiraukannya, yang terpenting bagiku adalah ilmu.” Setelah selesai dari dua fakultas ini dibukalah di jami’ah untuk tingkatan lanjutan yaitu magister, beliaupun mendaftarkan dirinya dan beliau berhasil dalam ujian penerimaannya yaitu dalam bidang ilmu hadits. Berkata Syaikh, “Setelah ini semua, aku tinggal di perpustakaanku. Hanya beberapa saat berdatanganlah sebagian saudara-saudara dari Mesir, maka aku buka pelajaran-pelajaran dari sebagian kitab-kitab hadits dan kitab-kitab bahasa. Dan masih saja para thalabul ilmi berdatangan dari Mesir, Kuwait, Haramain, Najd, ‘Adn, Hadramaut, Al-Jazair, Libia, Somalia, Belgia dan dari kebanyakan negeri-negeri Islam dan yang lainnya.”</p>
<p>Gunung-gunung dan pasir serta lembah-lembah menjadi saksi bagi Abu Abdirrahman (nama kunyah Syaikh Muqbil pent) dalam penyebaran Sunnah dan kesabarannya dalam menanamkan pada hati manusia serta permusuhannya terhadap bid’ah dengan fadhilah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p>Guru-guru beliau yang paling masyhur :</p>
<p>1. Abdul Aziz As-Subail<br />
2. Abdullah bin Muhammad bin Humaid<br />
3. Abdul Aziz bin Rasyid An-Najdi<br />
4. Muhammad bin Abdillah Ash-Shoumali<br />
5. Muhammad Al-Amin Al-Mishri<br />
6. Hammad bin Muhammad Al-Anshori<br />
7. <a href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/biografi-syaikh-abdul-aziz-bin-abdullah-bin-baz/">Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz</a> (beliau pernah hadir mengikuti sebagian halaqoh ilmunya di Haramun Madani yaitu pada kitab Shahih Muslim)<br />
8. <a href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/04/syaikh-muhammad-nashiruddin-al-albani/">Muhammad Nashiruddin Al-Albani</a> (beliau mengambil faidah darinya pada pertemuan khusus para thalabatul ilmi dan pada kesempatan-kesempatan yang lainnya).</p>
<p>Sebagian dari karya-karya Syaikh :</p>
<p>1. Ash-Shahih Al-Musnad min Asbabin Nuzul<br />
2. Al-Ilzamaat wat-Tatabbu’<br />
3. Asy-Syafa’at<br />
4. Ash-Shahih Al-Musnad mimma laisa fish-Shahihaini<br />
5. Ash-Shahih Al-Musnad min Dalaailin Nubuwwati<br />
6. Al-Jami’u Ash-Shahih fil-Qadari<br />
7. Al-jami’u Ash-Shahih mimma laisa fish- Shahihaini (tersusun sesuai dengan bab-bab fiqhiyyah)<br />
8. Tatabbu’u Awhamil Hakim fi al-Mustadrak al-lati lam yunabbih ‘alaiha Adz-Dzahabi ma’a Tarajimi lir-ruwati alladzina laisu min rijali Tahdzibi At-Tahdzib<br />
9. As-Suyufu Al-Bathirat li ilhadi Asy-Syuyuiyyah Al-Kafirah<br />
10. Ijabatu As-Saili ‘an ahammi Al-Masaili<br />
11. Dan beliau juga mempunyai sekitar 33 karya yang lain.</p>
<p>Beberapa murid-murid Syaikh yang menonjol, murid-murid beliau sangat banyak sekali tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah, kami sebutkan beberapa di antaranya yang menonjol dari kalangan muallifin (penulis buku), para dai-dai, dan selain mereka :</p>
<p>1. Ahmad bin Ibrahim Abul Ainain Al-Mishri<br />
2. Ahmad bin Sa’id Al-Asyhabi Al-Hajari Abul Mundzir<br />
3. Usamah bin Abdul Latif Al-Kushi, penulis kitab Al-Adzan<br />
4. Abdullah bin Utsman Ad-Damari, beliau terkenal sebagai pemberi ceramah kalangan Ahlussunnah di Yaman<br />
5. Abdul Aziz bin Yahya Al-Bura’i<br />
6. Abdul Mushawwir bin Muhammad Al- Ba’dani<br />
7. Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobi Abdali<br />
8. Muhammad bin Abdillah Al-Imam Abu Nashr Ar-Raimi<br />
9. Musthofa bin Ismail Abul Hasan As- Sulaimani Al-Maghribi<br />
10. Musthofa ibnul Adawi Al-Mishry<br />
11. Yahya bin Ali Al-Muri<br />
12. Abdur Raqib bin Ali Al-Ibbi<br />
13. Qasim bin Ahmad Abu Abdillah At-Taizi<br />
14. Jamil bin Ali Asy-Syaja’ Ash-Shobari<br />
15. Ali bin Abdillah Abul Hasan Asy-Syaibani<br />
16. Auf bin Abdillah Al-Bakkari Abu Harun<br />
17. Utsman bin Abdillah Al-Utmi<br />
18. <a href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/02/05/bagaimana-asy-syaikh-muqbil-mendidik-putri-beliau/">Ummu Abdillah binti Muqbil bin Hadi al-Wadi’i</a>, penulis kitab Ash-Shahihul Musnad min Asy-Syamaili Al-Muhammadiyyah dan yang lainnya.</p>
<p>Diringkas oleh Abu Malik Adnan Al-Maqthori<br />
Dinukil dari “Silsilah Al Muntaqo min Fatawa<br />
As Syaikh Al Allamah Muqbil bin Hadi AL Wadi’i”<br />
Judul Indonesia “Risalah Ramadan untuk Saudaraku<br />
Kumpulan 44 Fatwa Syaikh Muqbil bin Hadi”<br />
Penerbit Pustaka At Tsiqaat Press</p>
<p>Dicopy dari: http://ghuroba.blogsome.com/</p>
<h2><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin</span></span></h2>
<div>
<div>
<p><em>Oleh: Al Ustadz Ahmad Hamdani<br />
</em><br />
Nasab (Silsilah Beliau)</p>
<p>Beliau bernama Abdillah Muhammad Bin Shalih Bin Muhammad Bin Utsaimin Al-Wahib At-Tamimi. Dilahirkan di kota Unaizah tanggal 27 Ramadhan 1347 Hijriyah.</p>
<p>Pertumbuhan Beliau</p>
<p>Beliau belajar membaca Al-Qur’an kepada kakeknya dari ibunya yaitu Abdurrahman Bin Sulaiman Ali Damigh Rahimahullah, hingga beliau hafal. Sesudah itu beliau mulai mencari ilmu dan belajar khat (ilmu tulis menulis), ilmu hitung dan beberapa bidang ilmu sastra.</p>
<p>Syaikh Abdurrahman As-Sa’di Rahimahullah menugaskan kepada 2 orang muridnya untuk mengajar murid-muridnya yang kecil. Dua murid tersebut adalah Syaikh Ali Ash-Shalihin dan Syaikh Muhammad Bin Abdil Aziz Al-Muthawwi’ Rahimahullah. Kepada yang terakhir ini beliau (syaikh Utsaimin) mempelajari kitab Mukhtasar Al Aqidah Al Wasithiyah dan Minhaju Salikin fil Fiqh karya Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dan Al- Ajurrumiyah serta Alfiyyah.</p>
<p>Disamping itu, beliau belajar ilmu faraidh (waris) dan fiqh kepada Syaikh Abdurrahman Bin Ali Bin ‘Audan. Sedangkan kepada syaikh (guru) utama beliau yang pertama yaitu Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di, beliau sempat mengkaji masalah tauhid, tafsir, hadits, fiqh, ustsul fiqh, faraidh, musthalahul hadits, nahwu dan sharaf.</p>
<p>Belia mempunyai kedudukan penting di sisinya Syaikhnya Rahimahullah. Ketika ayah beliau pindah ke Riyadh, di usia pertumbuhan beliau, beliau ingin ikut bersama ayahnya. Oleh karena itu Syaikh Abdurrahman As-Sa’di mengirim surat kepada beliau: “Hal ini tidak mungkin, kami menginginkan Muhammad tetap tinggal di sini agar dapat bisa mengambil faidah (ilmu).”</p>
<p>Beliau (Syaikh Utsaimin) berkata, “Sesungguhnya aku merasa terkesan dengan beliau (Syaikh Abdurrahman Rahimahullah) dalam banyak cara beliau mengajar, menjelaskan ilmu, dan pendekatan kepada para pelajar dengan contoh-contoh serta makna-makna. Demikian pula aku terkesan dengan akhlak beliau yang agung dan utama sesuai dengan kadar ilmu dan ibadahnya. Beliau senang bercanda dengan anak-anak kecil dan bersikap ramah kepada orang-orang besar. Beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya yang pernah aku lihat.”</p>
<p>Beliau belajar kepada Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz -sebagai syaikh utama kedua bagi beliau- kitab Shahih Bukhari dan sebagian risalah-risalah Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah serta beberapa kitab-kitab fiqh.</p>
<p>Beliau berkata, “Aku terkesan terhadap syaikh Abdul Aziz Bin Baz Hafidhahullah karena perhatian beliau terhadap hadits dansaya juga terkesan dengan akhlak beliau karena sikap terbuka beliau dengan manusia.”</p>
<p>Pada tahun 1371 H, beliau duduk untuk mengajar di masjid Jami’. Ketika dibukanya ma’had-ma’had al ilmiyyah di Riyadh, beliau mendaftarkan diri di sana pada tahun 1372 H. Berkata Syaikh Utsaimin Hafidhahullah, “Saya masuk di lembaga pendidikan tersebut untuk tahun kedua seterlah berkonsultasi dengan Syaikh Ali Ash-Shalihin dan sesudah meminta ijin kepada Syaikh Abdurrahman As-Sa’di Rahimahullah. Ketika itu ma’had al ilmiyyah dibagi menjadi 2 bagian, umum dan khusus. Saya berada pada bidang yang khusus. Pada waktu itu bagi mereka yang ingin “meloncat” – demikian kata mereka- ia dapat mempelajari tingkat berikutnya pada masa libur dan kemudian diujikan pada awal tahun ajaran kedua. Maka jika ia lulus, ia dapat naik ke pelajaran tingkat lebih tinggi setelah itu. Dengan cara ini saya dapat meringkas waktu.”</p>
<p>Sesudah 2 tahun, beliau lulus dan diangkat menjadi guru di ma’had Unaizah Al ‘Ilmi sambil meneruskan studi beliau secara intishab (Semacam Universitas Terbuka -red) pada fakultas syari’ah serta terus menuntut ilmu dengan bimbingan Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di.</p>
<p>Ketika Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di wafat, beliau menggantikan sebagai imam masjid jami’ di Unaizah dan mengajar di perpustakaan nasional Unaizah disamping tetap mengajar di ma’had Al Ilmi. Kemudian beliau pindah mengajar di fakultas syari’ah dan ushuludin cabang universitas Al Imam Muhammad Bin Su’ud Al Islamiyah di Qasim. Beliau juga termasuk anggota Haiatul Kibarul Ulama di Kerajaan Arab Saudi. Syaikh Hafidhahullah mempunyai banyak kegiatan dakwah kepada Allah serta memberikan pengarahan kepada para Da’i di setiap tempat. Jasa beliau sangat besar dalam masalah ini.</p>
<p>Perlu diketahui pula bahwa Syaikh Muhammad Bin Ibrahim Rahimahullah telah menawarkan bahkan meminta berulang kali kepada syaikh Utsaimin untuk menduduki jabatan Qadhi (hakim), bahkan telah mengeluarkan surat pengangkatan sebagai ketua pengadilan agama di Al Ihsa, namun beliau menolak secara halus. Setelah dilakukan pendekatan pribadi, Syaikh Muhammad Bin Ibrahim pun mengabulkannya untuk menarik dirinya (Syaikh Utsaimin -red) dari jabatan tersebut.</p>
<p>Karya-karya Beliau</p>
<p>Buku-buku yag telah ditulis oleh Syaikh Utsaimin diantaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Talkhis Al Hamawiyah, selesai pada tanggal 8 Dzulhijah 1380 H.<br />
2. Tafsir Ayat Al Ahkam (belum selesai).<br />
3. Syarh Umdatul Ahkam (belum selesai).<br />
4. Musthalah Hadits.<br />
5. Al Ushul min Ilmil Ushul.<br />
6. Risalah fil Wudhu wal Ghusl wash Shalah.<br />
7. Risalah fil Kufri Tarikis Shalah.<br />
8. Majalisu Ar Ramadhan.<br />
9. Al Udhiyah wa Az Zakah.<br />
10. Al Manhaj li Muridil Hajj wal Umrah.<br />
11. Tashil Al Faraidh.<br />
12. Syarh Lum’atul I’tiqad.<br />
13. Syarh Al Aqidah Al Wasithiyah.<br />
14. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.<br />
15. Al Qowaidul Mustla fi Siftillah wa Asma’ihil Husna.<br />
16. Risalah fi Annath Thalaq Ats Tsalats Wahidah Walau Bikalimatin (belum dicetak).<br />
17. Takhrij Ahadits Ar Raudh Al Murbi’ (belum dicetak).<br />
18. Risalah Al Hijab.<br />
19. Risalah fi Ash Shalah wa Ath Thaharah li Ahlil A’dzar.<br />
20. Risalah fi Mawaqit Ash Shalah.<br />
21. Risalah fi Sujud As Sahwi<br />
22. Risalah fi Aqsamil Mudayanah.<br />
23. Risalah fi Wujubi Zakatil Huliyyi.<br />
24. Risalah fi Ahkamil Mayyit wa Ghuslihi (belum dicetak).<br />
25. Tafsir Ayatil Kursi.<br />
26. Nailul Arab min Qawaid Ibnu Rajab (belum dicetak).<br />
27. Ushul wa Qowa’id Nudhima ‘Alal Bahr Ar Rajaz (belum dicetak).<br />
28. Ad Diya’ Allami’ Minal Hithab Al Jawami’.<br />
29. Al Fatawaa An Nisaa’iyyah<br />
30. Zad Ad Da’iyah ilallah Azza wa Jalla.<br />
31. Fatawa Al Hajj.<br />
32. Al Majmu Al Kabir Min Al Fatawa.<br />
33. Huquq Da’at Ilaihal Fithrah wa Qarraratha Asy Syar’iyah.<br />
34. Al Khilaf Bainal Ulama, Asbabuhu wa Muaqifuna Minhu.<br />
35. Min Musykilat Asy Sayabab.<br />
36. Risalah fil Al Mash ‘alal Khuffain.<br />
37. Risalah fi Qashri Ash Shalah lil Mubtaisin.<br />
38. Ushul At Tafsir.<br />
39. Risalah Fi Ad Dima’ Ath Tabiiyah.<br />
40. As’illah Muhimmah.<br />
41. Al Ibtida’ fi Kamali Asy Syar’i wa Khtharil Ibtida’.<br />
42. Izalat As Sitar ‘Anil Jawab Al Mukhtar li Hidayatil Muhtar.</p>
<p>Dan masih banyak karya-karya beliau hafidahullah ta’ala yang lain. Wallahu ‘alam.</p>
<p>Sumber: SALAFY Edisi XIII/Sya’ban-Ramadhan/1417/1997<br />
Judul Asli: “Tokoh Ahlus Sunnah dari Unaizah”</p>
<p>Wafat Beliau (keterangan tambahan)</p>
<p>Sekarang beliau telah meninggal dunia. Beliau meninggal pada hari Rabu 15 Syawal 1421 Hijriyah bertepatan dengan 10 Januari 2001 dalam usia yang ke 74. Semoga Allah merahmati beliau dan memberikan balasan yang setimpal kepada beliau atas jasa-jasa beliau kepada Islam dan Muslimin.</p>
<p>Sumber keterangan tambahan dinukil dari catatan kaki kitab Syarah Tsalasatil Ushul<br />
edisi Indonesia “Penjelasan 3 Landasan Pokok yang Wajib Diketahui Setiap Muslim”<br />
Penerbit Maktabah Al Ghuroba.</p>
<p>Dicopy dari: http://ghuroba.blogsome.com/2007/06/17/syaikh-muhammad-bin-shalih-al-utsaimin/</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/fadhilatusyaikh-ali-hasan-al-halabi.html">Fadhilatusyaikh Ali Hasan Al-Halabi</a></h3>
<p>Beliau adalah Ali bin Hasan bin Ali bin Abdulhamid, Abul Harits al-Halabi, berasal dari Palestina, adapun tempat hijrahnya adalah Yordania. Beliau dilahirkan di kota az-Zarqâ’ Yordania pada tanggal 29 Jumadil Ula tahun 1380 H. Kepada Syaikh Al-Albani beliau mempelajari kitab Isykalat al-Ba’its al-Hatsits dan beberapa kitab lainnya. Diantara guru beliau yang lainnya adalah: Syaikh Abdulwadud az-Zarori, Syaikh Muhammad Nasib ar-Rifa’i, Syaikh Badi’ud Din as-Sindi, Syaikh Muhibbullah ar-Rasyidi, Syaikh ‘Atha’ullah Hanif al-Fujiyani, Syaikh Hammad al-Anshari dan lainnya. Karya tulis beliau antara lain: Ilmu Ushul al-Bida’, Dirasat Ilmiyyah fî Shahih Muslim, Ru’yah Waqi’iyyah fî al-Manhaj ad-Da’awiyyah, An-Nukat ‘ala Nuz-hah an-Nazhor, Ahkam asy-Syita` fî as-Sunnah al-Muthahharoh, Ad-Da’wah ila Allah baina at-Tajammu’ al-Hizbi wa at-Ta’awun asy-Syar’i, dan lainnya. <a href="http://2.bp.blogspot.com/_Oj0oQLIySJE/SxM2-_qVIDI/AAAAAAAAAhE/IjFTfzoBlN4/s1600/ali+hasan+al-halabi.bmp"></a></p>
<p>Syaikh ‘Azami al-Jawabirah di dalam “Madza yanqimuna min al-Imam al-Albani” (hal. 14), mengatakan :</p>
<p>ولقد سألت أستاذنا الشيخ ناصراً ما رأيك في مخالفة أبي رحيم للشيخ علي الحلبي؟، … فقال شيخنا -رحمه الله- بالحرف الواحد -والله على ما أقولُ شهيد- الأخُ عليّ يعدل ألف واحدٍ مثل أبي رحيم</p>
<p>“Saya telah bertanya kepada ustadz kami, Syaikh Nashir (Al-Albani), apa pandangan Anda mengenai perselisihan Abu Ruhayyim terhadap Syaikh ‘Ali al-Halabi?. Guru kami rahimahullahu menjawab dengan ucapan yang tegas : Demi Alloh yang menjadi saksi atas perkataanku, saudara ‘Aliî itu sepadan dengan seribu satu orang semisal Abu Ruhayyim.”</p>
<p>Syaikh ‘Utsaimin berkata :</p>
<p>سلو ذلك البحر</p>
<p>“Tanyakan pada samudera (ilmu) itu” (sembari menunjuk kepada Syaikh ‘Ali al-Halabi).</p>
<p>Syaikh al-‘Abbad berkata :</p>
<p>عليكم بالشيخ علي حسن</p>
<p>“Hendaklah kalian (mengambil ilmu) kepada Syaikh ‘Ali Hasan!”</p>
<p>Al-Muhadits Hammad al-Anshori mengatakan: “Saya berfirasat bahwa ‘Ali Hasan ‘Abdul Hamid akan menjadi khalifah (pengganti) Syaikh Nashiruddin al-Albani”.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/syaikh-shalih-al-fauzan.html">Syaikh Shalih Al-Fauzan</a></h3>
<p>Beliau adalah DR. Shalih bin Fauzan bin Abdillah dari keluarga Al Fauzan. Beliau lahir tahun 1345 H/1933 M. Beliau belajar Al Quran, dasar membaca dan menulis di bawah asuhan Syaikh Hammud bin Sulaiman Ath Thallal. Kemudian beliau meneruskan pendidikannya di beberapa madrasah sehingga masuk ke Univeritas Imam Muhammad Ibnu Su’ud Riyadh.</p>
<p>Beliau juga menjadi anggota Lajnah Daimah lil Buhuts wal Ifta’ (Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa), anggota Haiah Kibaril Ulama’ dan Komite Fiqh Rabithah Alam Islami di Mekkah, serta anggota Komite Pengawas Du’at Haji sekaligus mengepalai keanggotaan Lajnah Daimah lil buhuts wal ifta’. Selain itu, beliau juga seorang Imam, Khatib dan Pengajar di Masjid Pangeran Mut’ib bin Abdil Aziz di Al Malzar. Beliau juga berperan aktif di dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan di program radio ‘Nuurun ‘ala Darb’ dan memberikan kontribusi terhadap penerbitan sejumlah Riset/Penelitian Islami di Lembaga Riset, Studi, Tesis dan Fatwa Islami, yang kemudian diperiksa dan diterbitkan. Syaikh yang mulia juga berperan dalam mengawasi sejumlah Tesis Magister dan Disertasi Doktoral.</p>
<p>Diantara guru-guru beliau adalah:</p>
<ol>
<li>Samahatus      Syaikh Abdul Aziz bin Bazz</li>
<li>Samahatus      Syaikh Abdullah bin Humaid</li>
<li>Samahatus      Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithy</li>
<li>Samahatus      Syaikh Abdurrazaq Afifi</li>
<li>Fadhilatus      Syaikh Shalih bin Abdurrahman as-Sukayti</li>
<li>Fadhilatus      Syaikh Shalih bin Ibrahim al-Bulayhi</li>
<li>Fadhilatus      Syaikh Muhammad bin Subayyil</li>
<li>Fadhilatus      Syaikh Abdullah bin Shalih al-Khulaifi</li>
<li>Fadhilatus      Syaikh Ibrahim bin ‘Ubaid al-Abdul Muhsin</li>
<li>Fadhilatus      Syaikh Hammud bin Aqlaa`</li>
<li>Fadhilatus      Syaikh Shalih bin Ali an-Naashir</li>
</ol>
<p>Beliau juga belajar di bawah bimbingan sejumlah ulama Universitas Al Azhar Mesir yang memiliki takhoshus (spesialisasi) di bidang Hadits, Tafsir dan Bahasa Arab.</p>
<p>Karangan beliau sangat banyak, di antaranya adalah Syarh Aqidah al-Wasithiyah, Al Irsyad ila Shahihil I’tiqaad (Bimbingan kepada Akidah yang benar), Al Mulakhash al-Fiqhi (Fikih Ringkas), Makanan dan Hukum-Hukum berkenaan tentang Penyembelihan dan Berburu yang merupakan disertasi Doktoral beliau, At Tahqiiqat Al Mardhiyah dalam masalah waris yang merupakan Tesis Magister beliau. Termasuk juga buku tentang Mukminah dan bantahan buku Yusuf al-Qordhawi “Al-Halal Wa Al-Haram”.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/12/syaikh-abu-ishaq-al-huwainy.html">Syaikh Abu Ishaq Al Huwainy</a></h3>
<p>Beliau adalah Hijazi Muhammad Syarif, lebih dikenal dengan Abu Ishaq Al-Huwainy. Beliau dilahirkan pada tahun 1375 H. Beliau mulai menuntut ilmu saat berusia 11 tahun dengan menghadiri pengajian-pengajian Syaikh Muhammad Najib al-Muthi’i tentang fiqih mazhab Imam asy-Syafi’i. Beliau biasa menghabiskan waktu yang lama di perpustakaan al-Mushthafa dalam rangka menuntut ilmu secara bersungguh-sungguh di siang hari, sementara di malam hari bekerja untuk menyambung hidup. Beliau kemudian pergi ke Jordan untuk menuntut ilmu kepada Syaikh al-Albani rahimahullah, sehingga terbilang murid-murid pertamanya. Syaikh al-Albani sempat memuji beliau saat ditanya siapa orang yang menggantikannya dalam manhaj ilmiah. Setelah menyebutkan Syaikh Muqbil bin Hadi, beliau kemudian menyebutkan nama Syaikh al-Huwaini. Dalam riwayat lain, beliau ditanya, siapa diantara dua orang yang unggul dalam ilmu hadits, Syaikh Al-Albani berkata, “Ali Hasan Al-Halabi dan Abu Ishaq Al-Huwainy”.</p>
<p>Karya-Karya Tulis:  Takhrij Tafsir bin Katsir, ats-Tsamr ad-Dani Fi adz-Dzabb ‘An al-Albani, Tahqiq ad-Dibaj Syarh Shahih Muslim karya as-Suyuthi, Badzl al-Ihsan Bi Takhrij Sunan an-Nasa`i, Abi ‘Abdirrahman, Tahqiq an-Nasikh Wa al-Mansukh karya Ibn Syahin, Masis al-Hajah Ila Takhrij Sunan Ibn Majah, Ithaf an-Naqim Bi Wahm adz-Dzahabi Wa al-Hakim dan lainnya.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/12/shaikh-abu-hatim-usamah-al-qusy.html">Shaikh Abu Hatim Usamah Al-Qusy</a></h3>
<p>Beliau adalah  Usamah Ibn &#8216;Abdil Latif Ibn Mahmud Al-Qusy Al-Hajaji, beliau lahir pada hari Arofah tahun 1373 H (1954) di Mesir. Diantara guru beliau adalah Syaikh Al-Muhadits Al-Musnad Badi’udin Ar-Rashidi As-Sindi, beliau bertemu dengannya di Masjidil Harom. Diantara guru ra  bertemu dengannya di masjidil Harom.54)beliau yang lain: Syaikh Muqbil al-Wadi’i, belajar kepadanya di Haramain dan Yaman, Syaikh Abdullah Ad-Duwaish dan lainnya.</p>
<p>Beliau bertemu pula dengan Syaikh Al-Albani, Syaikh Ibn Bazz, Syaikh Ibn Utsaimin, Syaikh Shalih Al-Abud dan lainnya.</p>
<p>Diantara karya beliau adalah Kitabu Adzan.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/fadhilatusyaikh-masyhur-bin-hasan-alu.html">Fadhilatusyaikh Masyhur bin Hasan alu-Salman</a></h3>
<p>Beliau adalah Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan bin Mahmud Alu Salman. Beliau dilahirkan di kota Palestina tahun 1380 H (1960 M), dan tumbuh dalam keluarga yang taat dan penghafal al-Qur&#8217;an. Beliau beserta keluarga hijrah ke Yordania tahun (1387 H/1967 M) setelah penyerbuan Yahudi (semoga laknat Allah menimpa mereka) dan menetap di kota Amman. Di kota ini beliau menamatkan sekolahnya, lalu beliau melanjutkan jenjang kuliah pada tahun 1400 H di fakultas Ushul Fikih. Selain kepada Syaikh Al-Albani beliau berguru pula kepada Syaikh Musthofa az-Zarqa rahimahullah, seorang ulama terkenal di Syam.</p>
<p>Karya tulisan beliau sangat banyak dan unik, lagi sangat bermanfaat, yang berjumlah kurang lebih 101 buku, berupa karya tulis, dan takhrij dan tahqiq atas kitab-kitab bermanfaat. Diantaranya : Nasihah Zahabiyah ila Al-Jama’at Al-Islamiyah Fatawa Fi Attaah wal Bai’ah Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, Kutubun Hadzdzara minha al-Ulama, Al-Qaul Al-Mubin fi Akhthaa Al-Mushalin, Kuratul Qadam Bainal Masalih wal Mafasid ash-Shar’iyah, Inayatun Nisa bil Haditsin Nabawi, Alhadits Muntahabah Min Maghazi Musa Ibn Uqbah, Ahkamul Hajr Fi Kitab Was Sunnah dan lain-lain</p>
<p>Syaikh al-Albani banyak memuji beliau, seperti dalam Silsilah As-Shahihah (1/903), syaikh al-Albani berkata : “Aku mengambil faedah ini semua dari tahqiq (penelitian) yang dilakukan al-Akh al-Fadhil Masyhur Hasan pada kitab &#8220;al-Khilafiyat&#8221;.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/syaikh-dr-muhammad-ibn-musa-aali-nasr.html">Syaikh Dr. Muhammad Ibn Musa Aali Nasr</a></h3>
<p>Beliau adalah asy-Syaikh, Doktor, Qori&#8217;, as-Salafi : Abu Anas Muhammad bin Musa bin Hasan aali Nasr. Nasab beliau sampai kepada seorang Shahabat yang agung, `Auf bin Malik ats-Tsaqofi an-Nasri dari Tsaqif. Beliau dilahirkan di perkemahan Balaathoh di Palestina pada tahun 1374 H (1954 M). Dan memulai sekolah ibtida`iyyah-nya di kota Jericho, Palestina; I`dadiyyah di Ghowr, Yordania; dan Tsanawiyyah di Zarqa` Yordania. Kemudian beliau menuntut ilmu ke berbagai Univeristas Islam di Madinah, Pakistan dan Sudan. Beliau juga belajar kepada beberapa Masyaikh terkenal seperti: Syaikh Atho’ullah Hanif, Syaikh Badi&#8217;udin As-Sindi dan lainnya.</p>
<p>Syaikh al-Albani memuji beliau dan biasa mendahulukannya sebagai imam di rumahnya atau ketika safar. Dan kadang syaikh al-Albani berkata : &#8220;Bersama kami imam kami&#8221;. Dan asy-Syaikh mengirim kepada Syaikh Muhammad Musa para penuntut ilmu untuk belajar qiro&#8217;ah dari beliau.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/fadhilatusyaikh-dr-basim-bin-faishal-al.html">Fadhilatusyaikh Dr. Basim bin Faishal Al-Jawabirah</a></h3>
<p>Beliau adalah Basim bin Faishal bin Ahmad Al-Jawabirah. Syaikh Basim lahir tahun 1954, meneruskan kuliah di Universitas Islam Madinah sampai mendapat gelar Doktornya disana sekitar tahun 1404 H, dan sempat mengajar di Universitas Muhammad bin Sa’ud dan Universitas Yordania dalam Ilmu hadits. Diantara tulisan beliau: Maruwiyat Al-La’in fi As-Sunnah, Tafrikh Al-Karibbi Fadhail Syahid, Al-Maruwiyat Al-Waradah fi Al-Khalaf billah wa Ghairah, dan lainnya.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/al-muhadits-tsanaullah-al-madani.html">Al-Muhadits Tsana’ullah Al-Madani</a></h3>
<p>Beliau adalah Al-Muhadits Abu An-Nashr Tsana’ullah Al-Madani bin ‘Isa Khan bin Ismail Khan, lahir di Pakistan tahun 1940 M. Beliau kemudian menghafal Al-Qur’an, dan belajar hadits di Jami’ah Ahlu Hadits di Lahore. Kemudian beliau belajar lebih dalam lagi di Jami’ah Islamiyah di Madinah sekitar tahun 1963, beliau bertemu (berguru) dengan Masyaikh Kibar diantaranya: Al-Allamah Al-Faqih Abdullah Al-Amritsari, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh, Syaikh Muhammad Amin As-Shintqithi, Syaikh Taqiyuddin Al-Hilali, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, Syaikh Al-Muhadits Muhammad Nasruddin Al-Albani, Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad, Syaikh Hammad bin Muhammad Al-Anshori, Syaikh Abdul Qadir Syaibah Al-Hamad, Syaikh Athiyah Muhammad Salim, Syaikh Mukhtar Ash-Shinqithi, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, Syaikh Abdul Ghafar Hasan dan lainnya.</p>
<p>Beliau mengajar dibeberapa Jamiyah di Pakistan sebagai Syaikh Hadits. Oleh sebab itu banyak sekali orang yang kemudian meriwayatkan (baca: mendapat ijazah hadits) dari beliau, walhamdulillah.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/syaikh-abdul-muhsin-al-abbad.html">Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad</a></h3>
<p>Beliau adalah al-Allamah al-Muhaddits asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad al-’Abbad al-Badr. Beliau lahir di ‘Zulfa’ sekitar 300 km dari utara Riyadh, pada tahun 1353 H. Beliau adalah salah seorang pengajar di Masjid Nabawi yang mengajarkan kitab-kitab hadits seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan Ashabus sunan. Beliau pernah menjabat sebagai wakil mudir (rektor) Universitas Islam Madinah yang waktu itu rektornya adalah al-Imam Abdul Aziz bin Bazz -rahimahullahu-.</p>
<p>Diantara guru-guru beliau adalah : Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu syaikh, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Ghaits, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz, Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi, Syaikh Abdurrahman al-Afriqi, Syaikh Abdur Razaq Afifi, asy-Syaikh Umar Falatah dan lainnya.</p>
<p>Diantara murid beliau adalah: Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Abbad (putra beliau), Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali, Syaikh Ubaid al-Jabiri, Syaikh Abdul Malik Ramadhani al-Jazairi, Syaikh Sulaiman dan Ibrahim ar-Ruhaili dan lainnya.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/syaikh-abu-bakar-jabir-al-jazairi.html">Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi</a></h3>
<p>Beliau adalah Ahli Hadits yang juhud, Jabir bin Musa bin Abdul Qadir bin Jabir Abu Bakar Al-Jazairi, lahir di Al-Jazair tahun 1342 H/ 1921 M, dinegerinya itu beliau menghapal Al-Qur’an dan beberapa matan kitab, ilmu lughoh dan fiqh Maliki kemudian beliau melanjutkan pelajarannya ke kota lainnya sampai kemudian belajar di Madinah di Masjid Nabawi dan Mekkah sehingga mendapat pengakuan (ijazah) dari para Masyaikh disana. Diantara gurunya dinegerinya yaitu Syaikh Nu’aim An-Nu’aimi, Syaikh Isa Mu’tauqi, dan Syaikh Thoyib Al-Uqbi, sedangkan di Madinah adalah : Syaikh Umar Bari, Syaikh Muhammad Al-Hafizh, Syaikh Muhammad Khoyal dan selainnya.</p>
<p>Beliau sempat pula mengajar di Darul Hadits Madinah dan di Jamiyah Al-Islamiyah,</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/12/syaikh-muhammad-ismail-miqdam.html">Syaikh Muhammad Ismail Miqdam</a></h3>
<p>Beliau adalah Dai besar Mesir dan sekitarnya, penyeru dakwah tauhid, Muhammad bin Ahmad bin Ismail bin Mushtofa bin Al-Miqdam. Lahir tahun 1371 H (1952 M) di Mesir.</p>
<p>Diantara guru beliau:</p>
<p>Dalam Ilmu-ilmu Al-Qur’an: Syaikh Muhammad Abdul Halim Abdullah, Syaikh Muhammad Farid An-Nu’man, Syaikh Usamah Abdul Wahab, dan Syaikhah Umu Sa’ad.</p>
<p>Ijazah umum (hadits) : Syaikh Al-Muhadits Badi’udin Syah Ar-Rasyidi As-Sindi, Syaikh Muhammad Al-Hasan Ad-Dadu Asy-Syinqithi dan Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Ubaid,</p>
<p>Guru beliau juga sebagian besar Masyaikh Anshor Sunnah Al-Muhammadiyah seperti Syaikh Muhammad Sahnun, Syaikh Syahin Kasyaf Abu Ras, Syaikh Abdul Aziz Rasyid dan lainnya. Juga ulama Al-Azhar seperti : Syaikh Ismail Hamdi, Syaikh Mahmud Ied, Syaikh Ahmad Al-Mahalawi, Syaikh Sayyid Ash-Shawi dan lainnya.</p>
<p>Beliau juga sering duduk bersama Syaikh-syaikh besar lainnya, seperti Syaikh Abdurrazaq Afifi, Syaikh Abdullah Humaid, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, Syaikh Al-Albani dan lainnya.</p>
<p>Tulisan dan rekaman-rekaman beliau dikenal diantara ahlus sunnah, walhamdulillah.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/syaikh-muhammad-abdurrahman-al-maghrowi.html">Syaikh Muhammad Abdurrahman Al-Maghrowi</a></h3>
<p>Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdir Rahman al-Maghrawi, seorang ulama maghrib yang terkenal dan pendiri perkumpulan yang disebut Jam’iyyah ad-Da’wah Ilal-Qur’an was-Sunnah bil-Maghrib. Beliau lahir tahun 1367 H (1948 M) di Maroko.</p>
<p>Diantara guru beliau adalah : Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Syaikh Taqiyudin Al-Hilali, Syaikh Muhammad Amin Ash-Shintiqi, Syaikh ‘Abdul-’Azîz bin Bâz, Syaikh ‘Abdul-Muhsin al-’Abbad, Syaikh ‘Abdullah al-Ghunaiman, Syaikh Hammad al-Ansari, Syaikh Abu Bakr al-Jaza’iri dan lainnya.</p>
<p>Diantara tulisannya adalah Mufassirun Bain at-Ta’wîl wal-Ithbat fi Ayat as-Sifat, al-’Aqidah as-Salafiyyah fî Masiratiha at-Tarikhiyyah wa Qudratiha ‘ala Muwajahah at-Tahaddiyat dan lainnya.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/syaikh-muhammad-ied-al-abbasi.html">Syaikh Muhammad Ied Al-Abbas</a></h3>
<p>Beliau adalah Syaikh Al-Alim Muhammad Ied bin Jadallah Al-Abbasi, lahir tahun 1357 H di negeri Syam. Setelah menghapal Al-Qur’an, beliau pergi belajar kepada Syaikh Mula Ramdan Al-Buthi (Bapak Muhammad Sa’id Ramdan Al-Buthi), Dan Mufti Suriah Ahmad Kaftaro dan lainnya. Kemudian ustadz Khoeruddin Al-Wanili menunjukinya kepada Syaikh Al-Muhadits Al-Albani rahimahullahu. Syaikh Al-Albani adalah seorang yang membuat Syaikh Al-Abbasi takjub akan ilmunya, tahqiqnya dan manhajnya yang lurus, kemudian kepadanya beliau berguru dan mengenal sunnah shahihah.</p>
<p>Diantara tulisan beliau yang terkenal: Bid’ah Ta’ashub Mazhabi, Nashihati li Jama’at wal Ahzab Al-Islamiyah, Haqiqah Tawasul wa Ahkamuhu dan lainnya.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/syaikh-dr-ashim-al-quryuti.html">Syaikh Dr. ‘Ashim Al-Quryuti</a></h3>
<p>Beliau adalah ‘Ashim bin Abdullah bin Ibrahim bin Khalil bin Mushtofa Alu Ma’mar Al-Quryuti, penulis yang handal lagi bermanfaat. Beliau lahir tahun 1374 H (1954 M) di Zarqa Yordania. Saat ini beliau menjadi dosen di Universitas Muhammad ibn Sa’ud di Riyadh.</p>
<p>Guru beliau sangat banyak, dan nama beliau dikenal oleh para masyaikh, diantaranya adalah : Syaikh Quro Al-Allamah Al-Muhaqiq Abdul Fatah Al-Qadhi, Syaikh Al-Faqih Al-Muhadits Nasiruddin Al-Albani, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Bazz, Syaikh Muhammad Amin Al-Mishri, dan Syaikh Al-Muhadits Abdul Muhsin Al-Abbad. kh Quro Al-Allamah Al-Muhaqiq Abdul Fatah Al-Qadhi, Syaikh Al-Faqih Al-MUhadits</p>
<p>Diantara guru beliau juga : Syaikh Al-Musnad Muhammad Adzim bin Fadhluddin Al-Jandalwi, (syaikh hadits di jamiyah Al-Mahmudiyah Pakistan), Syaikh Muhammad Athoullah Hanif, Syaikh Ubaidullah Ar-Rahmani, Syaikh Syah Badiuddin Ar-Rasyidi, Syaikh Hammad Al-Anshori, Syaikh Umar Falatah, Syaikh Abdul Ghofar Hasan, Syaikh Muhammad Asy-Syadzali bin Muhammad Shodiq An-Naifur At-Tunisi, Syaikh Muhammad bin Abdul Hadi Al-ManuniAl-Maghribi, Syaikh Muhammad Al-Hafizh bin Musa Hamid, Syaikh Abdurrauf Ar-Rahmani, Syaikh Yahya bin Utsman Al-Bakistani dan lainnya banyak sekali.</p>
<p>Diantara tulisan beliau : Al-isnad mina din wa min khoshoish umat sayyidil mursalin, Wajib At-Tatsabut fi Riwayah, Tahrif Ahlu Taqdis, Hadits sholat istikhoroh, Kaukabah min A’imatul Hadi dan lain-lain.</p>
<p>e-mail : al_qaryoti@hotmail.com</p>
<p>al_qaryoti@yahoo.com</p>
<p>HP. 00966504365330</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/11/syaikh-muhammad-dan-umar-asyqar.html">Syaikh Muhammad dan Umar Asyqar</a></h3>
<p><strong>Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al-Asyqar.</strong></p>
<p>Beliau adalah Muhammad bin Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad bin Sulaiman, lahir Burqa tahun 1930 M, beliau adalah penulis kitab tafsir Zubdat At-Tafsir yang dirangkum dari kitab Tafsirnya As-Syaukani.</p>
<p>Sekitar tahun 1950 beliau hijrah ke Riyadh dan menjadi pustakawan di Darul Ifta. Diantara guru beliau adalah Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi dalam ilmu tafir dan ushul fiqh, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz dalam fiqh dan aqidah, Syaikh Abdul Aziz Rasyid dalam Faroid, Syaikh Abdurrahman Al-Ifriki dalam Ilmu Hadits, Syaikh Abdul Latif Sarhan dalam Ilmu Nahwu, Syaikh Yusuf Dhiba’ dan lainnya.</p>
<p>Beliau juga pernah di Universitas Islam Madinah dan Al-Azhar, sampai kemudian pindah ke Kuwait dan terakhir di Amman Yordania.</p>
<p>Beliau meninggal 16 November 2009 lalu.</p>
<h3><a href="http://biografiulamasunnah.blogspot.com/2009/12/syaikh-ahmad-bin-yahya-najmi.html">Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi</a></h3>
<p>Beliau adalah Asy-Syaikh Al-Fadlil Al-Allamah, Al-Muhaddits, Al-Musnad, Al-Faqih, mufti daerah Jizaan, Ahmad bin Yahya bin Muhammad bin Syabir An-Najmi dari keluarga Syabir dari Bani Hummad. Lahir di Najamiyah pada tanggal 26 Syawwal 1346 H, dalam asuhan dua orang tua yang shalih. Beliau duduk berguru kepada Syaikh Abdullah Al-Qar’awi di kota Shamithah sampai kemudian syaikh mendapatkan ijazah riwayat dari beliau.</p>
<p>Beliau juga berguru kepada: Syaikh Ibrahim bin Muhammad Al-’Amuudi, Syaikh Ali bin Syaikh Utsman Ziyaad Ash-Shomali, Syaikh Al-’Allamah Mufti negeri Saudi Arabia As-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alus Syaikh, As-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, As-Syaikh Hafidh bin Ahmad Al-Hakami, As-Syaikh Abduh bin Muhammad Aqil An-Najmi, As-Syaikh Utsman bin Utsman Hamli dan lainnya.</p>
<p>Diantara sebagian murid beliau: As-Syaikh Al-Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, As-Syaikh Al-Allamah Zaid bin Muhammad Hadi Al-Madkhali, As-Syaikh Al-Fadlil Ali bin Nashir Al-Faqihi.</p>
<p>Beliau banyak memiliki karya-karya tulis ilmiah, diantaranya: Awdlahul Irsyad fir Rad ‘ala Man Abahal Mamnuu’ minaz Ziyarah, Ta’sisul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam, Tanzihusy Syari’ah ‘an Ibahatil Aghanil Khali’ah. Risalatul Irsyad ila Bayanil Haq fi Hukmil Jihad, Risalah fi Hukmil Jahri bil Basmalah, Fathur Rabbil Waduud fil Fatawa war Ruduud, Al-Mawridul ‘Udzbuz Zalaal fiimaa Intaqada ‘ala Ba’dlil Manahijid Da’wiyah minal ‘Aqaaid wal A’mal dan lainya.</p>
<p>Beliau wafat pada hari rabu sore, 23 Juli 2008 atau 19 Rajab 1429 H, rahimahullahu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=349&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/20/mari-kita-kenal-ulama-kita-biografi-singkat-ulama-ahlussunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahaya Rokok &#8211; Ust.Zainal Abidin Lc</title>
		<link>http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/01/bahaya-rokok-ust-zainal-abidin-lc/</link>
		<comments>http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/01/bahaya-rokok-ust-zainal-abidin-lc/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 23:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunniyun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[NASEHAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunniyun.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=343&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/01/bahaya-rokok-ust-zainal-abidin-lc/"><img src="http://img.youtube.com/vi/JIRdHZubIZU/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sunniyun.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sunniyun.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sunniyun.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sunniyun.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sunniyun.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sunniyun.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sunniyun.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sunniyun.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sunniyun.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sunniyun.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sunniyun.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sunniyun.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sunniyun.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sunniyun.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sunniyun.wordpress.com&amp;blog=8452031&amp;post=343&amp;subd=sunniyun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunniyun.wordpress.com/2010/01/01/bahaya-rokok-ust-zainal-abidin-lc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f695d58a269b69acad3a1567cf9555f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sunniyun</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
